Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Kurang Gereget, Laskar Damarwulan Butuh Chemistry Lebih

Jumat, 06 Jul 2018 23:15 | editor : Mochamad Chariris

Pemain Persem Mojokerto (biru) berebut bola dengan pemain PSID Jombang di laga penyisihan grup F Liga 3 Regional Jatim di Gelora A. Yani Kota Mojokerto.

Pemain Persem Mojokerto (biru) berebut bola dengan pemain PSID Jombang di laga penyisihan grup F Liga 3 Regional Jatim di Gelora A. Yani Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Hasil seri yang diraih skuad Persem Mojokerto atas PSID Jombang di laga perdana putaran kedua babak penyisihan Grup F Liga 3, Regional Jawa Timur, Rabu (4/7) menjadi pelajaran tersendiri bagi tim pelatih dan pemain.

Betapa tidak, perolehan hanya satu poin semakin menjauhkan jarak poin Laskar Damarwulan di perebutan posisi dua besar di Grup F. Padahal, untuk bisa lolos ke babak berikutnya, skuad Badai Biru diharuskan meraih sebanyak-banyak poin demi mengejar ketertinggalan dengan dua tim pesaing lainnya.

Kondisi tersebut tak ayal menjadi PR tersendiri bagi ofisial tim dalam memaksimalkan lima laga sisa babak penyisihan untuk bisa menyapu bersih kemenangan. Pelatih Persem, Hartono, saat dikonfirmasi, mengakui, masih banyak titik-titik kelemahan yang ditemui dari penampilan anak asuhnya di 90 menit laga berjalan.

Terutama soal kerja sama antarlini yang dinilai masih kurang gereget jika dibandingkan saat Persem berlaga di putaran pertama lalu. Kelemahan tersebut, diakuinya, tak lepas dari hadirnya pemain baru hasil rekrutmen di masa persiapan jeda kompetisi saat Ramadan lalu.

Di mana, chemistry antarpemain belum seratus persen terbangun meski pembenahan telah berlangsung kurang dari satu setengah bulan. ’’Ya memang setelah kemarin hampir sekitar 60 persen pemain kita ganti, tentunya harus kita bangun lagi pengertian antarpemain. Dan ini masih pertandingan pertama di putaran kedua,’’ ungkapnya.

Di momentum pertandingan kemarin, Hartono cukup menyoroti kekurangan David Aprilianto dkk saat di babak pertama. Di mana, permainan Persem terlihat seperti tidak memiliki visi dan misi yang jelas dalam bermain. Sehingga, tidak banyak peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Perubahan baru tampak saat babak kedua berjalan. Terdapat perubahan komposisi tim dengan masuknya penggawa lama seperti Abdul ’’Gurem’’ Rochim dan Aziz. Penampilan kedua pemain dinilai cukup memberikan improvisasi dan warna  serangan hingga mampu menciptakan gol.

’’Belum bisa lepas, khususnya di babak pertama. Di babak kedua, kita lumayan bermain. Lapangan tengah kita kalah dalam mengalirkan bola. Kita kurang berani memang bola di tengah,’’ imbuhnya. Dari hasil rekapitulasi pertandingan Rabu (4/7), posisi Persem tak beranjak dari peringkat tiga klasemen sementara Grup F dengan perolehan poin 11.

Di bawah PSID Jombang di peringkat pertama dengan poin 19 dan Arema Indonesia di bawahnya dengan 16 poin. Persaingan ketiga tim di posisi dua besar masih terus berlangsung dan diprediksi berlangsung ketat di 5 pertandingan sisa.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia