Senin, 24 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Laskar Damarwulan Ditahan Imbang Kebo Kicak

Kamis, 05 Jul 2018 21:09 | editor : Mochamad Chariris

Farid Fauzi (biru) diapit empat pemain PSID Jombang pada laga lanjutan babak penyisihan Grup F, Liga 3 di Gelora A. Yani Kota Mojokerto.

Farid Fauzi (biru) diapit empat pemain PSID Jombang pada laga lanjutan babak penyisihan Grup F, Liga 3 di Gelora A. Yani Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Persem Mojokerto mengawali putaran kedua babak penyisihan grup F Liga 3, regional Jatim dengan hasil kurang memuaskan.

Meladeni pemuncak klasemen sementara grup F, PSID Jombang, Laskar Damarwulan, julukan Persem, justru harus berbagi satu poin setelah ditahan imbang dengan skor 1-1 di Gelora A. Yani Kota Mojokerto Rabu (4/7).

Skor tersebut semakin menjauhkan jarak perolehan poin Persem dalam perebutan di posisi dua besar klasemen grup F sebagai syarat lolos ke babak berikutnya. Di mana, Persem tak beranjak dari posisinya di peringkat 3 klasemen grup F di bawah PSID dan Arema Indonesia.

11 poin yang berhasil dikemas anak asuh Hartono dari 7 kali laga itu tak mampu mengejar ketertinggalan jarak poin dari dua tim penghuni dua besar. Yang masing-masing telah mengemas 19 dan 16 poin dari 8 kali laga yang dijalani.

’’Ya tentunya kita sedikit kecewa, karena sejak awal kita sudah target menang. Tapi, hanya bisa dapat hasil imbang,’’ terang Hartono, pelatih Persem usai laga.

Di laga yang disaksikan hampir 500 penonton itu, permainan Badai Biru, julukan lain Persem, memang terlihat kurang greget sejak peluit awal dibunyikan wasit Akhmad Shodirin asal Sidoarjo.

Terutama di babak pertama yang tak banyak peluang yang berhasil diciptakan lini depan. Hanya sesekali serangan yang dibangun David Aprilianto dkk mampu merepotkan lini pertahanan PSID yang dikawal Ahmad Puji Dwi.

Namun, tak terlalu membahayakan gawang Asy’ad Thobaroni Mursid. Beruntung, permainan tim lawan ternyata juga tak terlalu beringas seperti ketika melumat Persem 5-1 di kandang sendiri, putaran pertama lalu.

Didit Febrianto dkk seolah hanya menunggu kesalahan-kesalahan kecil yang diperbuat Persem untuk dimanfaatkan menjadi peluang lewat serangan balik dari dua sayap lincah mereka. Namun, hingga babak pertama usai, kedua tim sama-sama gagal menyarangkan sebiji gol pun.

Perubahan signifikan baru tampak di tubuh Persem saat babak kedua baru dimulai. Abdul ’’Gurem’’ Rokhim, pemain senior yang dimasukkan menggantikan Alif Nour Maulana cukup mewarnai serangan Laskar Damarwulan yang digalang Farid ’’Ambon’’ Fauzi.

Terbukti, di menit ke-58, tuan rumah berhasil memecah kebuntuan saat sepakan Ambon hasil skrimit gagal ditepis kiper PSID. Skor 1-0 untuk keunggulan Persem merubah pola permainan kedua tim. PSID yang berhasrat mencuri poin dari kandang Persem, mencoba menyerang dari kedua sayapnya.

Upaya tim tamu akhirnya membuahkan hasil di menit ke-73 saat Bima Ragil lepas dari kawalan lini pertahanan Persem. Dengan sekali gerakan, pemain bernomor punggung 7 itu berhasil mengecoh kiper Persem, Raihan Nafil.

Skor imbang 1-1 menambah semangat kedua tim untuk saling menyerang. Persem seharusnya mampu menggandakan keunggulan di menit ke-70 andai kata gol Ambon tak dianulir wasit. Di mana, pemain bernomor punggung 9 itu dinilai asisten wasit II Komal Mahotra telah lebih dulu dalam posisi offside.

Padahal, banyak yang menilai bahwa gol Ambon tersebut bersih saat menerima umpan tarik Hanafi. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, kedua tim gagal menambah gol. Skor 1-1 pun bertahan sampai laga usai.

’’Ya seperti yang sama-sama kita lihat sendiri, kami ini tuan rumah namun seperti tim tamu. Gara-gara banyak keputusan wasit yang terlalu memihak tim tamu. Kita akan belajar dan evaluasi lagi untuk pertandingan berikutnya, Minggu (8/7) besok,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia