Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Arapaima Gigas Mampu Habiskan 4 Kilogram Ikan Lokal Per Hari

02 Juli 2018, 13: 48: 49 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ecoton dibantu warga menangkap ikan Arapaima gigas di perairan Sungai Brantas.

Ecoton dibantu warga menangkap ikan Arapaima gigas di perairan Sungai Brantas. (Ecoton for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Teror ikan Arapaima gigas di sepanjang Sungai Brantas Mojokerto dan Sidoarjo nampaknya masih akan terjadi.

Buktinya, belakangan ini masyarakat tinggal di dua daerah ini dihebohkan dengan penemuan spesies ikan yang biasa hidup di Sungai Amazon, Amerika Latin ini.

Terbaru, penemuan ikan predator ini terpantau di anak Sungai Brantas, tepatnya di Dusun Songgat, Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (30/6). Ikan berukuran besar itu kembali ditemukan warga dalam kondisi hidup sekitar pukul 15.30.

’’Iya, warga sini kembali temukan ikan besar (Arapaima gigas, Red),’’ ungkap salah satu warga. Dalam waktu sekejap, temuan ini langsung menjadi perhatian warga setempat. Dengan peralatan seadanya, ikan lansung ditangkap dan diangkat ke daratan. ’’Di Bocok (Tarik, Sidoarjo, Red) ikan jenis ini juga ditemukan warga dan langsung dipotong-potong dan dimasak,’’ tandasnya.

Direktur Riset Sungai Brantas Ecoton, Riska Darmawanti, menegaskan, teror ikan Arapaima gigas memang diduga masih terjadi di perairan Brantas. Kondisi itu tak lepas berdasarkan data dan fakta di lapangan. ’’Kami menduga masih banyak ikan belum tertangkap,’’ katanya.

Kata dia, jika sebelumnya ramai dikatakan, ikan-ikan ini semuanya sudah tertangkap, hal itu berbeda dengan fakta di lapangan. Itu dibuktikan dari temuan-temuan masyarakat kurun waktu sepekan ini.

Bahkan Riska menyebut, dua ekor ikan Arapaima gigas kini terpantau sudah memasuki perairan Kali Surabaya, sejak Jumat (29/6). Saat itu, sekitar pukul 15.00 beberapa pemancing dan pemilik perahu penyeberangan melihat jelas ikan dengan ukuran lebih dari 1 meter, mengapung di daerah perairan mengarah ke Surabaya.

Selain itu, Sabtu (30/6) predator itu juga mengejutkan seorang pemancing, Slamet, 30, di Desa/Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Kebetulan, warga asal, Dusun Krajan, Desa Wringinanom itu  melihat araipama muncul kepermukaan dengan memakan ikan gabus.

Namun, saat ditangkap menggunakan jaring, ikan tersebut lolos. Ikan predator itu malah menuju hulu. ’’Saya lihat ikan besar memakan ikan Kutuk (Gabus, Red), sambil gemeteran saya ambil jaring dan menjaringnya. Namun ikannya lolos,’’ ungkap Riska menirukan keterangan Slamet.

Menurut Riska, situasi itu pun menjadi kekhawatiran terkait teror di Sungai Brantas dan anak sungainya. Pasalnya, belakangan ini, pihaknya sudah melakukan swaka ikan, di Kali Surabaya melalui keputusan Gubenur Jatim. ’’Jadi, untuk memburu Arapaima gigas saat ini Ecoton menurunkan tim untuk menangkap dan mengevakuasi. Karena ikan itu sudah mengkhawatirkan,’’ tandasnya.

Hal itu dilakukan dengan alasan untuk menyelamatkan habitat ikan-ikan lokal di perairan Brantas. ’’Apalagi, lima tahun terakhir ini kami sudah berjuang agar Kali Surabaya menjadi swaka ikan bagi ikan lokal,’’ imbuhnya.

Sehingga masuknya ikan Arapaima gigas ke swaka ikan, otomatis akan menghancurkan ekosistem yang sudah dibangun. Apalagi, ikan ini mampu bertahan hidup meski dengan kondisi sungai tercemar dengan oksigen di bawah 2.

’’Itu yang kemudian ikan ini akan mengalahkan ikan-ikan lokal,’’ tandasnya. Bahkan dari banyak jurnal internasional yang dipelajari, ikan ini akan memakan 10 persen dari berat tubuhnya di kisaran 20-40 kg. ’’Dalam hitungannya, sehari ikan ini akan bisa memakan ikan 2-4 kilogram ikan lokal,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia