Rabu, 22 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Gara-gara WIL, Silaturahmi Idul Fitri Berujung ke Kantor Polisi

27 Juni 2018, 16: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi Jawapos.com

Ilustrasi Jawapos.com

MOJOKERTO – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi. Kali ini, dialami Juro, 35, warga Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Akibatnya, ibu rumah tangga ini mengelami lebam di bagian kaki, kepala, dan wajah setelah diduga dianiaya suaminya, Soffan Arif, 33.

Paur Baghumas Polres Mojokerto, Iptu Tri Hidayati, menjelaskan, dugaan kasus KDRT ini sebenarnya sudah terjadi pada Jumat (15/6). ’’Karena upaya mediasi tidak menemukan titik terang akhirnya kasus ini dilaporkan ke polres,’’ katanya, kemarin.

Pemicunya diduga tak lain karena ada orang ketiga. Mulanya, sekitar pukul 11.00 keduanya sebenarnya baik-baik saja. Bahkan sebelum peristiwa terjadi, mereka sedang bersilaturahmi ke sanak saudara tepat di hari pertama Lebaran. Termasuk ke rumah merua korban.

Nahas, di tengah berkunjung itulah, Juro mendapat informasi bahwa suaminya mempunyai wanita idanaman lain (WIL). Spontan, hal itu langsung mengubah situasi menjadi dingin. Antara keduanya juga menjadi saling curiga. ’’Spontan istrinya juga langsung tanya ke suaminya kanapa masih saja berhubungan dengan WIL,’’ terang Tri.

Pertanyaan Juro malah mendapat respons negatif sang suami. Soffan yang merasa terpojok emosi dan marah. Dia kemudian mengajak korban pulang ke rumah kosnya di Desa Sawahan, Kecamatan Mojosari.  Tri menambahkan, dalam laporan korban, tidak banyak bicara, terlapor yang sudah tersulut emosi diduga menendang kaki korban berulang kali.

 ’’Dalam waktu yang sama pelaku memukuli kepala istrinya hingga dua kali,’’ terangnya. Tidak puas dengan perbuatannya, pelaku kembali melampiaskan emosinya dengan menampar wajah korban. Atas peristiwa itu, korban mengalami luka lebam di kaki, kepala, dan wajah.

Korban yang tak berdaya hanya bisa diam dan merintih kesakitan. ’’Mau melawan takut. Khawatir malah kembali dipukuli suaminya,’’ ujarnya. Dalam insiden ini, pihak keluarga sempat melakukan mediasi. Sayang, upaya tersebut tak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya Juro melaporkan kasus KDRT tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto. Sebagai upaya langkah penyelidikan, petugas sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi termasuk korban untuk dimintai keterangan. ’’Sebagai alat bukti, kami juga melakukan visum terhadap korban,’’ pungkas Tri. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia