Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Jelang Coblosan, Pengajuan E-KTP di Dispendukcapil Membeludak

26 Juni 2018, 14: 25: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sekitar seribu warga antre mengurus e-KTP di kantor Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto.

Sekitar seribu warga antre mengurus e-KTP di kantor Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Dua hari menjelang pilkada besok, pengajuan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto terus mengalami lonjakan.

Seperti yang terpantau Senin (25/6) kemarin. Terjadi antrean panjang warga yang mengurus administrasi kependudukan (adminduk) di kantor yang berada di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko itu.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, mengungkapkan, peningkatan jumlah warga yang mengajukan pelayanan adminduk terjadi sejak hari aktif kerja pasca libur panjang Lebaran.

Pengajuan tersebut terdiri dari pengurusan e-KTP, akta kelahiran, maupun kartu keluarga (KK). ”Tapi, paling banyak warga yang mengurus e-KTP,” terangnya. Menurut Bambang, hal itu tak lepas dari momen pilkada serentak yang akan berlangsung Rabu (27/6) besok.

Oleh karena itu, sejak akhir pekan kemarin pihaknya telah melakukan antisipasi dengan membuka pelayanan khusus di hari libur. ”Sabtu-Minggu kemarin kita buka layanan khusus hanya untuk pencetakan dan perekaman e-KTP,” paparnya.

Kendati demikian, upaya itu rupanya belum mampu mengurangi volume warga yang datang ke kantor dispendukcapil. Tercatat, selama sepekan terakhir pihaknya disibukkan dengan melayani pencetakan dan perekaman e-KTP sebanyak 750 lembar per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 100 orang di antaranya merupakan kategori usia wajib KTP baru. ”Hari ini (kemarin, Red) lonjakan masih tinggi. Ada sekitar seribu lebih warga mengurus e-KTP saja,” tandasnya.

Dia menegaskan, kondisi tersebut diperkirakan akan terus berlangsung hingga hari ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi pada hari H pencoblosan besok.

Untuk itu, pihaknya mengaku akan tetap membuka pelayanan khusus perekaman dan pencetakan e-KTP pada saat pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) Jatim 2018.

Selain itu, upaya tersebut juga untuk mengantisipasi apabila terjadi kendala terkait data adminduk selama proses pemilihan berlangsung.

Bambang mengatakan, apabila Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) menemukan kesalahan atau meragukan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, maupun domisili pada data  pemilih, mereka bisa langsung berkoordinasi dengan KPU.

”Kita bersama-sama dengan KPU akan secepatnya menjawab pada saat itu juga jika ada masalah tentang kependudukan,” tandasnya.

Sebelumnya, dispenduk telah melakukan perekaman terhadap 22 warga kabupaten yang ada di Lapas Kelas II-B Mojokerto. Selain itu juga menyerahkan ratusan e-KTP pemilih pemula yang berulang tahun pada dua pekan hingga hari H pilkada serentak ke petugas KPPS.

”Mereka sudah terdata di DPS (daftar pemilih sementara). Sehingga satu minggu sebelum ulang tahun e-KTP-nya kita berikan, supaya bisa menyalurkan hak suaranya,” pungkasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia