Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

PPDB Jenjang SMP di Kabupaten Ditetapkan Empat Zona

26 Juni 2018, 15: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

: Pendaftaran siswa baru di SMPN 1 Mojosari pada PPDB tahun lalu.

: Pendaftaran siswa baru di SMPN 1 Mojosari pada PPDB tahun lalu. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Penantian calon siswa tentang aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP negeri di Kabupaten Mojokerto terjawab sudah.

Kemarin, dinas pendidikan (dispendik) setempat resmi menetapkan mekanisme baru untuk PPDB tahun ajaran 2018-2019.

Terdapat beberapa perombakan dibandingkan dengan aturan sebelumnya. Salah satu yang paling dasar adalah pembagian zonasi. Jika tahun lalu pembagian ditetapkan sesuai jumlah SMP negeri, kali ini pembagian didasarkan dengan wilayah zona.

Kabid Pendidikan Dasar Dispendik Kabupaten Mojokerto, Sumarsono, mengungkapkan, pembagian zona kali ini akan dibuat lebih luas. Dari 18 wilayah kecamatan, telah ditetapkan menjadi empat wilayah zona.

”Jadi, kita tetap menggunakan sistem zonasi. Dan tahun ini ada empat zonasi,” paparnya. Dia merinci, masing-masing terdiri dari zona 1 yang meliputi empat kecamatan di utara sungai.

Yakni, Dawarblandong, Kemlagi, Jetis, dan Gedeg. Kemudian zona 2 terdiri dari Ngoro, Pungging, Mojosari, dan Trawas. Sedangkan zona 3 diisi oleh Dlanggu, Kutorejo, Gondang, Pacet, dan Jatirejo. Sementara zona 4 mencakup Kecamatan Bangsal, Mojoanyar, Puri, Sooko, dan Trowulan.

Menurut Sumarsono, calon siswa yang ada dalam zona bebas untuk mendaftar di SMP negeri yang tersebar di wilayah tersebut.  Seperti pada wilayah zona 1 misalnya. Calon peserta didik dapat mendaftar di tujuh SMP negeri.

Di antaranya, SMPN 1 Kemlagi; SMPN 1 dan 2 Dawarblandong; SMPN 1 dan 2 Gedeg, serta SMPN 1 dan 2 Jetis. ”Anak-anak yang ada di dalam zona bebas memilih sekolah di wilayah itu,” terangnya.

Dia menyebutkan, perubahan zonasi tersebut tak lepas dari hasil evaluasi penerapan PPDB tahun lalu. Sebab, dengan dibagi menjadi 39 zona sesuai dengan jumlah SMP negeri, banyak sekolah yang mengalami kekurangan pagu.

Sehingga dengan mekanisme anyar ini, diharapkan siswa lebih leluasa dalam memilih sekolah. Dengan demikian, pertimbangan utama penerimaan adalah domisili atau tempat tinggal yang tercantum dalam kartu keluarga (KK).

Selain itu, pertimbangan juga bisa berdasarkan asal sekolah terdekat. ”Masyarakat memiliki keleluasaan untuk memilih sekolah dibandingkan tahun kemarin yang terlalu sempit,” tandasnya.

Sumarsono menambahkan, dari 39 SMP negeri dibuka sebanyak 262 rombongan belajar (rombel). Masing-masing rombel menampung maksimal 32 siswa. Sehingga daya tampung pada PPDB kali ini sebanyak 8.384 kursi.

Pagu tersebut masih mampu menampung separo dari jumlah lulusan SD-MI tahun ini sejumlah 15.569 siswa.

Bagi siswa yang tidak tertampung masih bisa mendaftar di MTs dan SMP swasta. Untuk porsi penerimaan, dispendik masih mempertahankan seperti tahun lalu.

Siswa yang diterima dalam zona diberi jatah kuota minimal 90 persen dari pagu awal. Sementara siswa luar zona maksimal hanya 5 persen. ”Sedangkan 5 persen diisi dari jalur prestasi,” tandasnya.

Pedoman teknis (domnis) PPDB tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh kepala sekolah SMP negeri, pengurus MKKS SMP swasta, komisi V DPRD kabupaten, serta dewan pendidikan di kantor dispendik kemarin (25/6).

Rencananya, pendaftaran jalur reguler dan jalur prestasi dilakukan secara bersamaan pada 2-4 Juli dan diumumkan 9 Juli nanti.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia