Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Panwaslu Endus Ratusan TPS Rawan, Data Pemilih hingga Politik Uang

26 Juni 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Anggota TNI dan Polri saat mengawal distribusi logistik Pilgub Jatim dari gudang KPU Kabupaten Mojokerto.

Anggota TNI dan Polri saat mengawal distribusi logistik Pilgub Jatim dari gudang KPU Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Panwaslu Kabupaten Mojokerto mencium potensi Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 27 Juni esok.

Kerawanan itu disebabkan akurasi data pemilih, hilangnya hak pilih, hingga potensi terjadinya money politic.

Hal itu ditegaskan Ketua Panwaslu Kabupaten Mojokerto Aris Fachrudin Asy’ad, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Menurutnya, terdapat ratusan titik TPS yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Aris mencontohkan, sebanyak 24 TPS di Kecamatan Mojosari. Di kecamatan ini, banyak ditemukan pemilih yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, namun tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Sementara, tingkat kerawanan tertinggi kedua berada di Kecamatan Sooko yang tersebar di 4 TPS, Kecamatan Jetis 2 TPS, dan Trawas serta Pacet 1 TPS. ’’Ini menjadi salah satu potensi kerawanan,’’ ungkapnya.

Indikator kedua, ujar Aris, terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih, namun terdaftar dalam DPT. Hal ini akan menimbulkan kerawanan karena berpotensi terjadinya penyalahgunaan surat suara. ’’Berdasarkan hasil pemetaan, pada indikator ini terbanyak di Kecamatan Sooko dengan 70 TPS, Kutorejo 55 TPS dan Mojosari 33 TPS,’’ tambah Aris.

Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini, menilai, untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan ini, ia pun sudah berkoordinasi dengan KPU Kabupaten Mojokerto agar tak membagikan formulir C6.

Politik uang dalam Pilgub Jatim esok, juga masih berpotensi. Aris menjelaskan, dari hasil pemetaan yang dilakukan 10 hingga 22 Juni  dengan melibatkan 1.719 pengawas, ditemukan sejumlah TPS rawan money politic. Potensi ini sangat rawan terjadi di Mojoanyar dengan 18 TPS, Dawarblandong dengan 3 TPS, Mojosari dan Jetis dengan 1 TPS.

Tingkat kerawanan juga disebabkan oleh netralitas KPPS karena mendukung pasangan calon tertentu. ’’Kami menemukan hanya ada di Pungging. Itu pun hanya 1 TPS saja,’’ ungkap Aris.

TPS rawan yang telah dipetakan Panwaslu Kabupaten Mojokerto ini, dilakukan secara utuh di 304 desa dan kelurahan. Dengan melibatkan PPL dan Panwas Kecamatan. Pemetaan TPS rawan ini menggunakan 6 variabel dengan 15 indikator. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia