Jumat, 24 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Wow, Sebulan Tersangka Mampu Produksi 20 hingga 30 Ton Mi Ilegal

22 Juni 2018, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas dari Polres Mojokerto saat mengamankan lokasi di Desa Kembangsri, Kec. Ngoro, Mojokerto.

Petugas dari Polres Mojokerto saat mengamankan lokasi di Desa Kembangsri, Kec. Ngoro, Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus menyatakan, tersangka terlebih dulu memilah mi kering yang masih dalam kondisi utuh untuk di-packing ulang dalam bentuk curah.

Kemudian dipasarkan dalam bentuk kemasan 10 kilogram (kg) dengan memberi label Super Mie Instan Cap Bunga Terompet. Bahkan juga dilengkapi dengan izin edar palsu. "Izin edar yang terpasang bukan miliknya (tersangka) sendiri, tapi milik orang lain," paparnya.

Perwira yang akrab disapa Leo ini mengatakan, dari ungkap kasus tersebut, petugas mengamankan kurang lebih 10 ton bahan mi kering yang siap edar maupun yang masih dalam proses produksi.

Bahan baku tersebut terdiri dari tiga jenis mi kering. Masing-maasing mi kriting, bihun, dan mi ramen. Selain itu, pihaknya juga mengamankan belasan merek mi instan kemasan cup maupun plastik. "Bahan baku didapat dari suplier dari Tanggerang dan Pasuruan," imbuhnya.

Mantan Kapolres Batu ini menyebutkan, produksi mi ilegal itu telah berlangsung sekitar satu tahun. Tak tanggung-tanggung, kapasitas produksi dalam sepekan mencapai 5-8 ton.

Sehingga, dalam satu bulan bisa menghasilkan sekitar 20-30 ton. Sedangkan keuntungan yang diperoleh tersangka berkisar Rp 1.000-Rp 1.500 per kg. "Jadi keuntungan dalam satu bulan bisa Rp 20 juta-Rp 30 juta," pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia