Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Polisi Selidiki Quotes Bernada Provokasi yang Catut Nama Kiai Asep

Rabu, 06 Jun 2018 12:51 | editor : Mochamad Chariris

KH Asep Saifuddin Chalim saat menemui wartawan di kediamannya di lingkungan Ponpes Amanatul Ummah, Kembangbelor, Pacet, Mojokerto.

KH Asep Saifuddin Chalim saat menemui wartawan di kediamannya di lingkungan Ponpes Amanatul Ummah, Kembangbelor, Pacet, Mojokerto. (Moch Chariris/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Beredarnya quotes (komentar) bernada provokatif, rentan mengandung unsur SARA dan agama yang mencatut nama pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, diam-diam direspons pihak kepolisian.

Rabu (6/6) pagi, Satreskrim Polres Mojokerto bersama Polsek Pacet lantas melakukan penyelidikan perihal kebenaran quotes bergambar Kiai Asep tersebut. Penyelidikan ini dengan mendatangi dan mengklarifikasi langsung Ketua Umum Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) tersebut di kediamannya di lingkungan Pesantren Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

”Tadi (pagi) kita berkoordinasi dengan beliau,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikin Fery, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Namun, Sejauh mana hasil konfirmasi dan koordinasi itu, Fery belum dapat menjelaskan detail.

Menyusul, kasus tersebut dinilai tergolong dalam kasus pencemaran nama baik. ”Fitnah termasuk delik aduan. Maka harus ada pengaduan dari korban,” tandasnya. Meski demikian, karena quotes diduga hoax dan merugikan seseorang telah beredar luas di tengah masyarakat, satreskrim menyatakan tetap melakukan penyelidikan.

Bahkan, kata Fery, upaya penyelidikan ini akan dikoordinasikan dengan Polda Jatim. ”Upaya kepolisian melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Subdit Cybercrime Polda Jatim,” pungkas Fery.

Pengamatan Jawa Pos Radar Mojokerto, dalam quotes menyerupai liflet dan stiker ini, pelaku diduga dengan sengaja memasang foto Kiai Asep. Mengenakan kopiah hitam, berbaju putih dibalut jas hitam, dan tampak seperti duduk di atas kursi.

Sang pelaku menuliskan kalimat-kalimat bernada provokasi, terkesan mengadu-domba, berbau SARA dan agama. Desain tersebut sengaja dibuat seolah-seolah menyerupai quotes yang mendiskriditkan salah satu paslon kontestan di Pilgub Jatim.

Di mana, di antara  redaksinya tertulis: ”Orang yang menyarankan memilih xxx xxxx itu tidak boleh diikuti sebab mereka sudah berkhianat kepada Allah dan Rasulnya”. 

Untuk menegaskan seakan-akan quotes tersebut benar disampaikan Kiai Asep, si pelaku juga mencantumkan tulisan nama: KH. Asef Saifuddin Chalim. Pengasuh PP. Amanatul Umat – Pacet, Mojokerto. ”Sekali lagi, saya tegaskan. Saya tidak pernah, dan tidak akan pernah melakukan itu,” bantah Kiai Asep.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia