Minggu, 19 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Beredar Quotes Bergambar Dirinya, Kiai Asep: Itu Hoax dan Keji

Rabu, 06 Jun 2018 11:55 | editor : Mochamad Chariris

Quotes diduga hoax mencatut nama Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, yang telah beredar luas melalui medsos.

Quotes diduga hoax mencatut nama Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, yang telah beredar luas melalui medsos. (Ist/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim dengan tegas membantah beredarnya quotes (komentar) yang sudah menyebar di berbagai media sosial (medsos) dilakukan oleh pihaknya.

Baik oleh pihak pesantren maupun dirinya sebagai penggagas kiai yang telah mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon (paslon) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak .

”Ya, itu jelas hoax (bohong). Dan itu sangat keji,” ujar Kiai Asep kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, saat ditemui di kediaman pribadinya di lingkungan Ponpes Amanatul Ummah, Rabu (6/6) pagi.

Ketua Umum Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) ini menyatakan,  meski bulat mendukung salah satu paslon di Pilkada Jatim 27 Juni mendatang, namun sebagai seorang kiai, dirinya memiliki rambu-rambu atau batasan-batasan dalam beretika dan berakhlak secara politik.

”Saya punya upaya keras untuk tidak pernah mengatakan orang. Oleh karena itu, itu (quotes, Red) fitnah yang sangat keji sekali,” tandasnya. Sosok kiai yang dikenal fasih dalam berbahasa Arab dan Inggris ini mengaku, sudah mengetahui dan melihat langsung quotes hoax yang mencatut namanya sejak Selasa (5/6) malam.

Bahkan dia telah banyak menerima pertanyaan sekaligus klarifikasi perihal penyebaran kabar hoax tersebut di tengah masyarakat luas dari berbagai pihak. Pengamatan Jawa Pos Radar Mojokerto, dalam quotes menyerupai liflet ini, pelaku dengan sengaja memasang foto kiai Asep.

Foto Kiai Asep terlihat jelas mengenakan kopiah hitam, berbaju putih dibalut jas hitam, dan tampak seperti duduk di atas kursi. Sang pelaku juga menulis redaksi bernada provokasi, mengadu-domba, berbau SARA dan bahkan mengemas dengan kalimat-kalimat agama.

Untuk mengelabui pembaca, desain tersebut sengaja dilengkapi dengan kutipan quotes. Di mana salah satu redaksinya tertulis: ”Orang yang menyarankan memilih xxx xxxx itu tidak boleh diikuti sebab mereka sudah berkhianat kepada Allah dan Rasulnya”.

Untuk menegaskan seakan-akan quotes tersebut benar disampaikan Kiai Asep, si pelaku sekaligus mencantumkan tulisan nama: KH. Asef Saifuddin Chalim, Pengasuh PP. Amanatul Umat – Pacet, Mojokerto. ”Sekali lagi, saya tegaskan. Saya tidak pernah, dan tidak akan pernah melakukan itu,” paparnya.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia