Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pertengahan Ramadan, Harga Ayam dan Tepung Melambung

Kamis, 31 May 2018 23:30 | editor : Mochamad Chariris

Pedagang daging ayam di Pasar Tanjung Anyar Kota melayani pembeli.

Pedagang daging ayam di Pasar Tanjung Anyar Kota melayani pembeli.

MOJOKERTO – Memasuki pertengahan Ramadan, harga sejumlah komoditas pangan di Kota Onde-Onde mengalami fluktuasi harga.

Naik turun harga komoditas pangan dialami daging ayam, cabai, bawang putih, hingga tepung terigu. Berdasarkan pantauan di lapangan, fluktuasi harga terasa jika dibandingkan antara awal Ramadan hingga pertengahan bulan.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di awal bulan ternyata ada yang terus naik. Namun, ada pula yang turun, tapi kembali naik. Seperti halnya daging ayam broiler. Pada awal Ramadan, tercatat mengalami kenaikan.

Dari harga Rp 33 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Sekarang ini, harga daging ayam itu malah meningkat lagi hingga Rp 37 ribu. Pola serupa juga terjadi pada komoditas cabai biasa. Yang sebelumnya tak tercatat alami kenaikan atau penurunan, kini cabai mulai merangsek naik.

Dari sebelumnya, Rp 26 ribu menjadi Rp 29 ribu per kilogram. Kenaikan juga dialami cabai rawit dari Rp 23 ribu jadi Rp 24 ribu per kilogram. Sedangkan, harga telur di awal Ramadan mengalami kenaikan. Dari harga Rp 24 ribu ke Rp 26 ribu per kilogram.

Sekarang ini malah turun. Di tingkat konsumen, harga telur per kilogram mencapai Rp 23 ribu hingga Rp 23,5 ribu. ’’Ada juga yang menjual Rp 20 ribu per kilogram. Itu karena menghabiskan stok lama,’’ ujar Wawan, salah seorang pedagang telur di Pasar Tanjung Anyar.

Berdasarkan Sistem Perkembangan Harga Pangan Pokok (Siskaperbako) Jatim pukul 17.15 WIB, kemarin (30/5), fluktuasi harga terpantau terjadi di dua pasar di Kota Mojokerto. Pasar Tanjung Anyar dan Pasar Prajurit Kulon.

Beberapa komoditas mengalami kenaikan. Seperti minyak curah dari Rp 10.500 per liter menjadi Rp 10.750. Bawang putih dari Rp 19.500 menjadi Rp 20.000 per kilogram. Bawang merah dari Rp 27.500 turun jadi Rp 25.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas yang biasa dipakai untuk pembuatan kue. Itu seperti tepung terigu dalam kemasan dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.500 per kilogram. Mi instan kemasan jenis kari ayam dari Rp 2.400 jadi Rp 2.500 per bungkus.

Juga, kacang tanah dari Rp 23.500 jadi Rp 24.500 per kilogram. Sedang, gula pasir stabil pada harga Rp 11.7500 per kilogram. Kepala Disperindag Kota Mojokerto Ruby Hartoyo, mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pergerakan harga bahan pokok di Kota Onde-Onde.

Sejak awal bulan Ramadan hingga Lebaran nanti, pemantauan bakal terus diintensifkan. ’’Pemantauan terus dilakukan. Mendekati Lebaran, pemantauan akan diintensifkan,’’ kata dia. Pihaknya mengaku tak dimungkiri jika terjadi kenaikan harga yang menonjol bakal ada penyikapan dari pemerintah.

Seperti halnya digelarnya operasi pasar (OP) untuk menekan harga-harga bahan pokok. ’’Hasil pemantauan awal Ramadan lalu, keberadaan stok bahan pangan masih mencukupi hingga Lebaran nanti,’’ tandasnya. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia