Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment
Rozikin, Berjuang Kembali ke Pelatnas Atletik

Rumah Jadi Motivasi, Ambisi Menuju Sea Games 2018

Rabu, 30 May 2018 23:00 | editor : Mochamad Chariris

Rozikin saat turun di Kejurnas Atletik 2018 di Stadion Madya Jakarta, Mei lalu.

Rozikin saat turun di Kejurnas Atletik 2018 di Stadion Madya Jakarta, Mei lalu. (Rozikin for Radar Mojokerto)

Setiap pencapaian pasti punya titik balik. Termasuk para atlet dalam berburu prestasi demi nama baik individu, daerah atau negara.

Titik balik tersebut yang tengah dilakoni Rozikin, sprinter Mojokerto yang tengah berjuang kembali masuk dalam bagian Pelatnas atletik untuk Asian Games 2018 nanti. 

TAHUN 2017 menjadi tahun yang tak akan terlupakan bagi pria asli Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini. Bagaimana tidak, di tengah puncak karir yang begitu melejit, sebuah insiden memupuskan harapannya.

Tiket membela Indonesia di ajang olahraga tertinggi se-ASEAN, Sea Games 2017 yang berlangsung di Malaysia yang diidam-idamkan sejak lama harus lenyap begitu saja setelah kondisi fisiknya tak memungkinkan untuk terbang ke negeri Jiran tersebut.

Padahal, perjuangan keras telah dia tunjukkan sejak kali pertama berkarir sebagai sprinter tahun 2012 silam. Ya, insiden kecelakaan motor yang dialami sebulan jelang keberangkatan menuju Malaysia menjadi momentum tak terlupakan bagi Muhammad Rozikin.

Kecelakaan yang dialami sesaat sebelum latihan di Bogor membuatnya urung membela Indonesia di persaingan perebutan medali di ajang olahraga dua tahunan itu.

Patah kaki sebelah kiri memaksanya minggir dari lintasan dan harus istirahat total dari aktivitas lari yang dia geluti sejak duduk di bangku SMP itu. ’’Ya, memang saat itu lagi senang-senangnya hobi naik motor. Tapi, pas mau latihan ternyata terjatuh dan kaki patah,’’ terangnya.

Namun, peristiwa pilu itu rupanya cukup membuat Rozikin sadar. Betapa kesuksesan tidak cukup dilewati dengan pengorbanan waktu dan tenaga saja. Ada pengorbanan lain yang sangat luar biasa, namun justru luput dari perhatiannya.

Yakni, upaya keluarga yang begitu besar dalam titian karir Rozikin. Selama berkarir di lintasan lari, mulai dari tingkat pelajar, Puslatda Jatim, hingga Pelatnas, Rozikin memang jarang pulang ke rumah.

Bahkan bertemu dengan adik dan kedua orang tuanya, hanya bisa dihitung dengan jari setiap tahunnya. Kesadaran itulah yang menggerakkan niatnya untuk berobat di Mojokerto sekaligus melepas kangen bersama keluarga.

’’Kalau berobat di Mojokerto ada pilihannya, bisa alternatif dan medis. Dan Alhamdulillah ternyata bisa sembuh sebulan lebih cepat dari prediksi,’’ imbuhnya. Nah, untuk mengobati rasa rindunya pasca sembuh dari cedera, Rozikin memutuskan kembali ke Puslatda Jatim untuk PON 2020.

Tidak hanya berlatih, Rozikin ternyata juga nekat turun langsung di ajang Kejurnas atletik 2017 meski baru sembuh. Dan, kenekatannya ternyata membuahkan hasil. Turun di nomor estafet 4x100 meter, Rozikin bersama Bisma, Adi, dan Yudi sukses merebut emas. Hasil tersebut yang kemudian membuat Rozikin kembali bersemangat untuk kembali ke pelatnas.

Dan lima bulan setelah Kejurnas 2017, Rozikin turun kembali di ajang yang sama Mei lalu. Hasilnya, dia kembali meraih emas untuk kesekian kalinya di nomor estafet.

Hasil tersebut menjadi pertimbangan PP PASI untuk memilih atlet yang akan diturunkan di ajang Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta, September mendatang. ’’Ya, semoga saja bisa terpilih lagi. Karena secara usia sudah cukup ideal,’’ pungkas pria 25 tahun ini.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia