Minggu, 19 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

UNBK SMP Kota Mojokerto Raih Ranking Enam Jatim

Selasa, 29 May 2018 20:02 | editor : Mochamad Chariris

Siswa SMPN 5 Kota Mojokerto saat mengikuti simulasi UBNK beberapa waktu lalu.

Siswa SMPN 5 Kota Mojokerto saat mengikuti simulasi UBNK beberapa waktu lalu. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pengumuman kelulusan jenjang SMP sederajat telah dilangsungkan Senin (28/5). Seluruh siswa SMP Kota Mojokerto dinyatatakan lulus 100 persen.

Tak hanya itu, siswa juga mencatatkan prestasi yang cukup membanggakan tahun ajaran 2017-2018 ini. Karena berhasil meraih ranking enam terbaik dari hasil total nilai ujian nasional (NUN) se-Jawa Timur.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto, Amin Wachid mengungkapkan, raihan itu tak lepas dari meningkatnya perolehan NUN dari hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) akhir April lalu.

Tahun ini, siswa jenjang SMP Kota Mojokerto menorehkan total nilai 238,96 dari jumlah peserta sebanyak 3.021 siswa. ”Ada kenaikan dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Tahun sebelumnya, dari empat mata pelajaran yang diujikan, SMP kota hanya mampu mendapat total nilai 232,46. Sehingga harus puas menempati peringkat ke-13.

Sementara untuk tahun ini, dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, Kota Onde-Onde mampu menyodok ke peringkat enam dengan nilai 238,96. ”Alhamdulillah tahun ini bisa lulus 100 persen, dan hasil ujian nasional naik ke peringkat enam” paparnya.

Angka tersebut selisih tipis dari posisi lima yang diraih Kota Kediri dengan nilai 239,77 dan unggul dari Kabupaten Tulungagung di posisi ketujuh dengan nilai 235,52.

Sementara itu, ranking pertama berasil dipertahankan oleh Kota Malang dengan jumlah 252,99. Amin mengaku bangga dengan capaian yang diraih para siswa. ”Saya sudah sampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kepala sekolah,” paparnya.

Namun, yang tak kalah penting dari mengejar peringkat adalah capaian integritas dan kejujuran. Mengingat, tahun ini adalah kali kedua Kota Mojokerto menyelenggarakan UNBK 100 persen.

Sementara belum semua kabupaten/kota di Jatim yang mampu melaksanakan UNBK. ”Yang lebih penting adalah kejujuran, berapapun yang didapat siswa itu murni dari usahanya,” tandasnya.

Sementara itu, peringkat teratas prestasi individu berhasil diduduki Melodi Taufanda dari SMPN 9 dengan total nilai 384,5. Namun, untuk 10 besar masih didominasi siswa asal SMPN 1 Kota Mojokerto dengan diwakili lima siswa.

Sedangkan tiga di antaranya berasal dari SMP Taruna Nusa Harapan (TNH) dan dua sisa dari SMPN 9. Sementara hasil rerata UNBK juga menempatkan SMPN 1 di peringkat pertama dengan 305,40.

Kemudian disusul dengan SMP TNH dengan nilai 289,36, dan SMP Islam Terpadu Permata dengan jumlah 383,29. Mantan kepala DLH ini menambahkan, meski tidak mempengaruhi kelulusan, namun hasil UNBK akan menjadi pertimbangan untuk masuk ke jenjang SMA/SMK.

Sebagaimana diketahui, PPDB reguler SMA negeri tahun ajaran 2018-2019 tetap menerapkan sistem zonasi. Untuk wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto dibagi menjadi lima zona. Empat zona di antaranya dibagi 11 SMA negeri dan satu zona untuk tiga SMA negeri di kota.

Sedangkan untuk SMK tidak menerapkan zonasi, namun proses seleksi tetap mengacu pada nilai unas. Bahkan ditambah tes potensi akademik dan juga tes kesehatan.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia