Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Antisipasi Prostitusi, Satpol PP Sisir Warung Remang-Remang

Senin, 21 May 2018 23:55 | editor : Mochamad Chariris

Petugas Satpol PP Kab. Mojokerto saat melakukan patroli di panti pijat beberapa waktu lalu.

Petugas Satpol PP Kab. Mojokerto saat melakukan patroli di panti pijat beberapa waktu lalu. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Selama bulan Ramadan, Satpol PP Kabupaten Mojokerto melakukan patroli rutin ke sejumlah titik yang dianggap rawan terjadi pelanggaran perda.

Sasaran yang menjadi fokus adalah warung remang-remang, tempat hiburan, hingga penginapan. Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Suharsono, mengungkapkan, selama memasuki bulan suci Ramadan, pihaknya akan melakukan patroli rutin.

Itu dilakukan sebagai antisipasi terjadinya gangguan kemanan dan ketertiban masyarakat. ’’Dalam rangka Ramadan, kita patroli ke tempat-tempat yang rawan menjual minuman keras dan karaoke yang masih buka,’’ paparnya.

Dia mengatakan, selama 30 hari ke depan atau hingga Hari Raya Lebaran nanti, seluruh tempat hiburan malam di Kabupaten Mojokerto diimbau untuk berhenti melakukan aktivitasnya.

’’Mulai dari karaoke, panti pijat, harus off dulu untuk menghormati bulan puasa,’’ paparnya. Termasuk hotel yang juga diminta agar tidak melayani tamu yang bukan pasangan suami istri.

Jika kedapatan melanggar, pihaknya tidak segan untuk melayangkan sanksi tegas. ’’Makanya, kita akan lakukan patroli terus,’’ pungkasnya. Upaya tersebut sekaligus bertujuan menciptakan situasi yang aman dan nyaman di tengah masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Terlebih, kata dia, selama sepekan terakhir pihaknya bersama TNI-Polri juga melakukan antisipasi aksi teror ke sejumlah tempat kos dan hotel. ’’Karena kaitannya dengan itu (teror), kita juga lakukan patroli bersama dengan TNI-Polri,’’ jelasnya.

Terkait penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban selama bulan puasa, kata Suharsono, dalam waktu dekat akan diperkuat dengan surat imbauan dari pemkab. Saat ini, suratnya sudah naik di meja Sekda dan diperkirakan diturunkan pekan ini.

’’Suratnya belum turun, masih di Pak Sekda. Cuma kita sudah awali dengan patroli,’’ pungkasnya. Ada sejumlah titik yang dianggap rawan terjadi praktik prostitusi.

Salah satunya adalah di warung remang-remang Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari dan panti pijat di Jalan Raya Ngranggon, Kecamatan Bangsal. Selain itu, juga terdapat warung di area Stadion Gajah mada yang juga tak luput dari pengawasan peredaran minuman keras.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia