Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

KPU Cetak 100 Ribu Surat Suara Pilwali Kota Mojokerto

Jumat, 18 May 2018 23:00 | editor : Mochamad Chariris

Anggota KPU Kota Mojokerto mengamati desain surat suara pilwali yang akan dicetak di lokasi percetakan.

Anggota KPU Kota Mojokerto mengamati desain surat suara pilwali yang akan dicetak di lokasi percetakan. (KPU for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto mencetak sebanyak 100 ribu lebih surat suara untuk Pilwali 2018. Surat suara itu nantinya digunakan saat hari H pemungutan suara pada 27 Juni mendatang.

Jumlah surat suara yang dicetak tersebut untuk memenuhi kebutuhan untuk Pilwali Mojokerto. Sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Mojokerto mencapai 95.930 pemilih. Dari jumlah itu, untuk kebutuhan surat suara diperlukan tambahan sesuai aturan mencapai 2,5 persen.

Sehingga, asumsi kebutuhan surat suara mencapai 98.425 surat suara. ’’Di luar itu, diperlukan surat suara untuk persediaan apabila ada pemungutan suara ulang,’’ ungkap Idhom Rosidi, komisioner KPU bidang logistik.

Untuk itu, asumsi kebutuhan total surat suara mencapai 98.425 ditambah 2.000 mencapai 100.425 surat suara. Sekarang ini, surat suara itu masih dalam proses penggandaan melalui perusahan percetakan di Solo.

Sejumlah tim mulai dari KPU, Kepolisian, Panwaslu, hingga tim paslon melakukan pengawalan proses pencetakan tersebut. Asumsi kebutuhan waktu untuk pencetakan kebutuhan surat suara mencapai 100 ribu lembar itu lima hari.

Kemudian, masih dibutuhkan waktu lagi untuk pengemasan. Setelah seluruhnya rampung, seluruh kebutuhan surat suara akan didistribusikan ke KPU Kota Mojokerto. Bulan ini menjadi waktu krusial untuk pengadaan logistik pemilu khususnya Pilwali Kota Mojokerto. Lantaran, waktu pemungutan suara tinggal sebulan lagi.

Sebelumnya, surat suara pilwali dibuat melalui tahapan tertentu. Yakni, awalnya berupa pembuatan specimen yang berisi gambar dan nomor urut paslon. Specimen itu dibuat didasarkan peraturan KPU. Surat suara itu kemudian dimintakan approval kepada seluruh paslon.

Surat suara yang melalui tahap approval pertama kemudian dibuatkan specimen versi percetakan. Lalu, kembali dimintakan approval kedua kepada seluruh paslon. Apabila disetujuti, surat suara itu kemudian digandakan melalui percetakan sesuai kebutuhan surat suara Pilwali.

’’Seluruh tim paslon hadir untuk mengawal proses pencetakan tapi minus paslon nomor urut empat,’’ sebut Idhom. Sebelumnya, selain surat suara, KPU juga menyiapkan kebutuhan kotak dan bilik suara.

Untuk kebutuhan pilwali dan pilgub yang digelar secara serentak, KPU menetapkan masih menggunakan kotak dan bilik suara lawas. Lantaran, keberadan logistik itu terbilang masih layak dan memadai dari segi jumlah. KPU hanya membutuhkan sebanyak 438 kotak suara untuk 218 TPS, plus satu TPS Lapas.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia