Minggu, 19 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Features
Melihat Armada Bloodjek PMI Kota Mojokerto

Tukang Ojek dari Relawan, tanpa Tambahan Ongkos

Jumat, 18 May 2018 21:00 | editor : Mochamad Chariris

Relawan pengemudi bloodjek hendak mengantarkan darah dari salah satu pasien rumah sakit.

Relawan pengemudi bloodjek hendak mengantarkan darah dari salah satu pasien rumah sakit. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

Kecepatan penanganan menjadi salah satu kunci keselamatan pasien yang membutuhkan transfusi darah. Namun, sarana transportasi dan kemacetan jalan seringkali menjadi penghambat. PMI mencoba alternatif menggunakan bloodjek. Armada ojek pengantar darah. 

DEWASA ini keberadaan ojek online (ojol) sudah jamak terlihat, baik di kota maupun di desa. Inovasi tersebut bisa menjadi solusi bagi warga yang ingin memangkas waktu menuju lokasi tujuan. Karena dianggap mampu menghindari kemacetan dan mampu menembus gang-gang sempit.

Kemudian juga mulai bermunculan jasa ojek kuliner atau makanan. Bagi pekerja yang memiliki kesibukan cukup padat, pilihan ojek makanan tersebut menjadi pilihan agar bisa tetap makan dan tidak mengganggu waktu kerja.

Nampaknya, cara itu yang kemudian diadopsi Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Mojokerto dengan mengoperasikan bloodjek. Bloodjek merupakan sebuah armada motor sebagai pembantu sarana transportasi untuk mengantarkan darah.

Sedikit berbeda dengan ojek pada umumnya, bloodjek dimodifikasi dengan menambahkan bagasi di bagian belakang motor. Bagasi berukuran sedang itu berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah ketika sedang di perjalanan.

Tak sekadar sebagai tempat penyimpanan, bagasi tersebut didesain khusus untuk menjaga suhu agar darah tidak sampai rusak hingga tiba di tempat tujuan. Humas UTD PMI Kota Mojokerto, Yanuar Hardianto, mengatakan, secara aturan pengambilan darah memang tidak disarankan untuk diambil oleh anggota keluarga atau bahkan sembarang orang.

Kendati demikian, pada praktiknya tidak jarang anggota keluarga yang mengambil sendiri ke kantor PMI. Padahal, terdapat standar khusus dalam membawa darah. Salah satunya adalah harus terjaganya suhu darah agar tetap stabil selama di perjalanan.

”Kita tidak tahu apakah anggota keluarga setelah mengambil darah dari PMI langsung ke rumah sakit atau mampir dulu ke tempat lain. Padahal, darah harus segera mungkin diberikan ke pasien,” paparnya.

Untuk itu, salah satu tujuan bloodjek adalah untuk menghindari hal semacam itu. Di sisi lain, bagi pasien dengan kondisi emergency, kecepatan pengiriman juga bisa menjadi penentu keselamatan nyawa.

Dalam hal ini, bloodjek dinilai menjadi alternatif untuk mempercepat mengantarkan darah pasien. ”Karena lebih memudahkan rumah sakit dalam pengambilan darah dan dalam rangka mempercapat proses penanganan pasien,” ulasnya.

Selain sebagai pengantar, bloodjek juga berperan sebagai tukang ojek pengambil sampel darah. Sehingga petugas medis tidak perlu bolak-balik dari rumah sakit ke UTD PMI. Menurutnya, layanan ojek darah tersebut masih dalam tahap trial atau masa percobaan. Karena itu, saat ini masih meng-cover di dua unit rumah sakit saja.

Meski demikian, selama satu bulan, bloodjek mampu membantu mengantarkan sekitar 500-600 kantong darah dari kebutuhan rata-rata 1.500 kantong per bulan di wilayah UTD PMI Kota Mojokerto.

Untuk memudahkan pasien, mekanisme pemesanan bloodjek cukup sederhana. Hanya saja, karena masih baru beroperasi sehingga belum memiliki aplikasi online. Namun, bagi pasien yang membutuhkan darah cukup melakukan pemesanan dengan menghubungi telepon kantor PMI. Kebutuhan darah akan sesegera mungkin diantarkan kepada pasien.

Menarikanya lagi, tukang ojeknya dikemudikan para relawan yang selalu stand by selama 24 jam. Sehingga pasien tidak perlu khawatir tentang biaya, karena darah akan diantar tanpa tambahan ongkos jasa.

Dia menambahkan, selama tiga bulan berjalan ini, bloodjek dinilai cukup membantu dalam hal keselamatan nyawa pasien. Sehingga, bukan tidak mungkin pelayanan dan jumlah armada tersebut akan terus ditingkatkan untuk mencakup seluruh rumah sakit. Atau bahkan pemesanan akan dikembangkan dengan berbasis online. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia