Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Temukan Buku Jihad, Densus 88 Antiteror Amankan Tukang Bakso

Jumat, 18 May 2018 18:45 | editor : Mochamad Chariris

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan terduga teroris di Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kec. Kemlagi, Kab. Mojokerto.

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan terduga teroris di Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kec. Kemlagi, Kab. Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri tak henti-hentinya mengamankan sekelompok orang diduga terlibat dalam jaringan teroris.

Kali ini, sasaran mereka tertuju pada dua warga Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Kamis (17/5), densus berhasil mengamankan S, 50, dan L, 26 dari kediamannya pukul 15.00.

Keduanya diduga terlibat dalam jaringan JAD (Jamaah Anshorut Daulah) yang berkembang di beberapa daerah di Jatim. Dalam penggerebekan itu tim Densus langsung merangsek ke dalam rumah terduga.

Tidak ada perlawanan dari terduga maupun keluarganya saat petugas datang ke lokasi. Pun demikian dari petugas. Tak butuh waktu lama untuk bisa membawa kedua terduga ke Polda Jatim.

’’Ya benar, sekitar pukul 15.00 telah dilakukan upaya penegakan hukum kepada dua orang warga masyarakat Desa Betro, Kecamatan Kemlagi. Sudah kita lakukan penyisiran kepada rumah terduga dan tidak ditemukan barang atau bahan membahayakan,’’ terang AKBP Sigit Dany Setiyono, Kapolresta Mojokerto.

Sigit menjelaskan, meski tidak ditemukan barang membahayakan, bukan berarti tidak ada barang bukti yang berhasil disita tim Satreskrim Polresta Mojokerto.

Dalam penggeledahan di rumah terduga, petugas berhasil menemukan sejumlah buku yang bertuliskan tentang kalimat-kalimat Jihad. Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto, tak kurang 26 buku berhasil disita petugas dari rumah terduga.

’’Ada beberapa buku yang berkaitan dengan aktivitas jihad yang kita amankan dari lokasi. Dan saat ini keluarga dari dua orang dari anggota masyarakat masih kita minta keterangan di Polsek Kemlagi,’’ tambahnya.

Dari data yang dihimpun, S dan L merupakan bapak dan anak yang tinggal bersamaan di rumah yang berada di dekat jalur alternatif Mojokerto-Jombang.

S adalah seorang bapak rumah tangga yang beristrikan U dan memiliki empat orang anak berinisial T, L, D, dan I. Sedangkan L adalah anak kedua pasangan S dan U yang juga sudah memiliki istri berinisial J dan seorang anak balita yang belum diketahui identitasnya. Baik S, U, L, J, dan I tinggal bersama dalam satu rumah.

Sedangkan T dan D diketahui berada di sebuah pondok pesantren (ponpes). Dari keterangan tetangga sekitar, S memang sempat terlibat dalam kelompok tertentu delapan tahun silam.

Bahkan kediaman mereka juga sempat dijadikan pusat dakwah dari anggota kelompok yang berasal dari luar kota. Namun, aktivitas itu lambat laun kian sirna seiring sejumlah anggotanya yang pergi dan tak diketahui di mana keberadaannya.

Bukan hanya itu, dari informasi juga disebutkan jika S sempat diamankan tim Densus pada tahun 2011 silam. Saat itu, kediaman S diduga menjadi tempat pemondokan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT).

’’Selama ini sudah kondusif di lingkungan. Nggak ada yang mencurigakan. Sudah tidak ada lagi pengajian. Kerjanya ya jualan bakso dan mi ayam sama usaha sablon,’’ tambah Suwoto, ketua RT 02 RW 03 Dusun Betro Barat.

Meski tidak turut diamankan tim Densus, namun U dan J yang tak lain adalah istri dari S dan L juga tak luput dari pemeriksaan petugas. Keduanya kini sedang dalam pemeriksaan petugas satreskrim untuk dimintai keterangan.

Dikonfirmasi soal dugaan adanya keterlibatan kedua terduga dengan kelompok JAD yang akhir-akhir ini beraksi lewat teror bom bunuh diri, Sigit belum memberikan keterangan resmi. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil pengembangan kasus tersebut oleh tim Densus 88.

’’Masih dalam pengembangan pihak Densus. Masih kita tunggu hasil pengembangannya. Kita tidak boleh berspekulasi. Kami hanya memberikan informasi sebatas yang bisa kami berikan,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia