Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Buntut Teror Bom, Sekolah TNH Mojokerto Liburkan Siswa

Selasa, 15 May 2018 22:24 | editor : Mochamad Chariris

Seorang PKL melintas di depan SMA-SMA TNH Kota Mojokerto.

Seorang PKL melintas di depan SMA-SMA TNH Kota Mojokerto. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pasca terjadinya renteten serangan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, sejumlah lembaga pendidikan memilih untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Selain sebagai wujud bela sungkawa atas meninggalnya belasan korban, langkah tersebut juga sebagai antisipasi untuk menjaga keamanan di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, langkah meliburkan sekolah tersebut telah dilakukan Pemkot Surabaya. Rupanya kebijakan itu juga dilakukan di Kota Mojokerto. Kemarin, Yayasan Pendidikan Tunas Harapan Nusa Harapan (TNH), Kota Mojokerto meminta siswanya untuk belajar di rumah.

Bahkan, pihak yayasan memutuskan untuk meliburkan KBM di sekolah selama dua hari. Terhitung mulai Senin (14/5) dan hari ini Selasa (15/5). ’’Dua hari ini siswa diminta belajar di rumah dulu,’’ ungkap Amin Wachid, kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto, kemarin.

Sebelumnya pihak yayasan telah berkoordinasi dengan melampirkan surat ke dispendik untuk meminta izin meliburkan sementara seluruh siswanya. Berdasar isi surat tersebut, kebijakan itu berlaku bagi semua jenjang.

Mulai TK, SD, SMP, hingga SMA. Menurutnya, keputusan itu menyusul situasi dan kondisi teror bom yang terjadi di sejumlah titik di Kota Surabaya dan Sidoarjo.

Bahkan, kemarin terduga teroris juga kembali melancarkan serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. ’’Pihak sekolah dan yayasan sudah koordinasi dengan kami. Kebijakan libur ini sebagai langkah antisipasi (teror bom),’’ terangnya.

Sementara itu, sebagai pengganti di-nonaktifkannya dua hari tersebut, pihak sekolah akan mengganti KBM pada 21-22 Mei pekan depan. Selain TNH, jelas Amin, sekolah di Kota Mojokerto lainnya tetap berjalan normal. ’’Semua sekolah lainnya tetap masuk seperti biasa,’’ tandasnya.

Diakuinya, pasca insiden teror bom ini dispendik juga melayangkan imbauan kepada satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan. Sekolah diminta untuk lebih memperketat penjagaan di gerbang sekolah.

Khususnya kepada tamu yang datang ke sekolah. ’’Hari ini (kemarin, red) sudah saya umumkan ke sekolah agar di pintu masuk dijaga. Paling tidak lebih meningkatkan resepsionis untuk mendata setiap tamu yang datang,’’ papar mantan Kepala DLH ini.

Kendati demikian, dia juga meminta semua siswa agar tetap tenang dalam menjalankan KBM. Oleh karena itu, setiap guru juga diimbau agar tidak menyampaikan detail kronologi insiden bom yang terjadi.

Pasalnya, hal itu dikhawatirkan bisa memicu timbulnya ketakutan pada siswa. ’’Yang penting jangan menimbulkan kecemasan kepada siswa. Guru tidak perlu cerita yang menakutkan tentang tragedi bom,’’ pungkasnya.

Dia memastikan, mulai besok semua KBM di semua sekolah akan kembali normal seperti biasa. Jika diperlukan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mendukung keamanan sekolah. Namun untuk sementara, imbuh Amin, kemananan masih cukup dengan penjaga sekolah.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia