Minggu, 19 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Journey

Merasakan Hutan Pinus Pacet, Dimanjakan Kesejukan Tiga Gunung

Sabtu, 12 May 2018 21:00 | editor : Mochamad Chariris

Pengunjung menikmati destinasi Hutan Pinus Gotekan, Kec. Pacet, Mojokerto.

Pengunjung menikmati destinasi Hutan Pinus Gotekan, Kec. Pacet, Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

VIEW menarik khas pegunungan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk membuka wisata konvensional. Seperti di jalur alternatif Pacet-Cangar, Kota Batu.

Tepatnya di sisi barat Tikungan Gotekan, Pacet, Kabupaten Mojokerto. Pada destinasi baru ini, wisatawan disuguhi pemandangan tiga gunung sekaligus.

Memang, tak sedikit wisatawan domestik yang berbondong-bondong datang ke Gotekan, Desa/Kecamatan Pacet. Ya, selain mengisi hari libur, mereka sekaligus menjajaki lokasi wisata di hutan pinus Perum Perhutani KPH Pasuruan tersebut.

’’Cukup indah juga lokasinya,’’ ungkap Ernawati, wisatawan asal Sidoarjo. Lokasi berada di jalur alternatif Pacet-Batu ini tidak asing lagi bagi masyarakat pada umumnya. Apalagi, meski jalur yang memiliki turunan cukup curam dan tajam ini dikenal memiliki potensi dan pilihan sebagai jujukan wisatawan dari berbagai daerah.

Baik dari arah Mojokerto-Cangar, Kota Batu maupun sebaliknya. ’’Apalagi, sekarang ada spot selfie-nya. Jadi, kita bisa leluasa menikmati panorama alam di bawahnya,’’ kata mahasiswi di perguruan tinggi Malang tersebut.

Dengan alam yang masih alami dan khas aroma pegunungan, lokasi ini sangat cocok untuk menghilangkan penat setelah seharian disibukkan dengan rutinitas. Artinya, wisata yang terdapat spot selfie bisa menjadi lokasi pilihan wisata sambil mengisi hari libur.

’’Ya, paling tidak, selain mengurangi stres, kita juga bisa pamer foto-foto sama teman-teman kampus,’’ ucapnya. Udara sejuk dan pemandangan alam memang manjadi daya tarik tersendiri.

Apalagi, dari spot selfie itu, masyarakat akan disuguhi pemandangan tiga gunung sekaligus. Yakni, Gunung Penanggungan, Welirang dan Pengunungan Biru. Tak urung, peluang itulah yang kemudian dimanfaatkan sebagian masyarakat dengan mendirikan wisata berorientasi lingkungan sekaligus edukasi.

Secara gotong royong, masyarakat mulai memanfaatkan hutan pinus seluas 4,9 hektare sebagai peluang untuk dijadikan lokasi wisata. Masyarakat setempat menyebutnya Brambang Outdoor Spot Selfie (BOSS).

’’Karena ini merupakan hutan produksi, nantinya orang-orang akan bisa belajar bagaimana menyadap pohon pinus,’’ kata pengelola BOSS, Wardock. Sehingga, masyarakat disuguhkan panorama tiga gunung sekaligus. Yakni, sisi utara akan terlihat Pacet dengan penataan bangunan dan Gunung Penanggungan, timur Gunung Welirang.

Sedangkan di sisi barat disuguhkan Pegunungan Biru. Kata dia, di ketinggian sekitar 700-800 mdpl mereka yang datang juga ikut diedukasi. Dia menjelaskan, nama brambang diambil dari nama Putuk Brambang atau bukit Brambang.

Karena gemerlapnya area Pacet yang cukup indah saat dilihat saat malam hari. Ke depan, pihaknya akan membuka sampai malam hari. ’’Untuk harga tiket masuk sendiri Rp10 ribu. Dan, setiap wahana juga Rp10 ribu,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia