Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dinkes Kebut Proses Vaksinasi Haji Calon Jamaah Haji

Sabtu, 12 May 2018 17:10 | editor : Mochamad Chariris

Salah satu CJH saat menjalani vaksin influenza di Puskesmas Gayaman, Kec. Mojoanyar, Mojokerto.

Salah satu CJH saat menjalani vaksin influenza di Puskesmas Gayaman, Kec. Mojoanyar, Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pasca melunasi pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), para calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Mojokerto langsung menjalani tahapan vaksinasi.

Upaya tersebut merupakan salah satu syarat wajib sebelum pergi ke Tanah Suci. Jumat (11/5) sejumlah CJH menjalani proses vaksinasi di masing-masing puskesmas. Salah satunya di Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar.

Terdapat 107 calon jamaah yang terdaftar untuk pemberian vaksin. Namun, pada hari pertama masih ada beberapa yang tidak hadir. ”Ada sekitar 40-an yang belum belum tercover. Jadi, besok (hari ini, Red) kita lanjutkan vaksin lagi,” terang Kepala Puskesmas Gayaman, drg Willis Puspitadewi Anggraini.

Selain wilayah Puskesmas Gayaman, pelaksanaan imunisasi haji juga dilaksanakan di tiga wilayah puskesmas lainnya. Di antaranya Puskesmas Kupang, Pungging, dan Watukenonngo.

Sehari sebelumnya juga dilaksanakan di Puskesmas Pacet dan Jetis. ”Sudah ada tujuh puskemas yang sudah melaksanakan vaksinasi haji,” imbuh dr Langit Kresna Janitra, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto.

Dia mengungkapkan, pemberian vaksinasi akan langsung dilanjutkan ke 20 puskesmas lainnya. Dia menargetkan, seluruh tahapan pemberian dua jenis vaksin itu akan selesai pekan depan.

”Sebelum puasa diusahakan sudah selesai. Jadi minggu depan tahapan yang terakhir,” jelasnya. Mantan Kepala Puskesmas Pacat ini menambahkan, stok vaksin untuk di Kabupaten Mojokerto disediakan sebanyak 1.851.

Masing-masing terdiri dari vaksin meningitis dan influenza. Sementara, jumlah CJH yang telah memenuhi syarat pelunasan BPIH di tahap pertama berjumlah 1.260 orang.

Sisanya, akan diberikan pada CJH usulan yang dijadwalkan melunasi BPIH tahap kedua pada 16-25 Mei nanti. Dia menjelaskan, imunisasi meningitis diwajibkan untuk diberikan ke semua CJH. Mengingat, sebagai persyaratan mutlak sebelum berangkat menjalani rukun Islam kelima itu.

Pasalnya, pemberian vaksin bertujuan untuk memingkatkan daya imun atau kekebalan tubuh untuk menangkal penularan penyakit meningitis. ”Meningitis itu penyakit menular yang menyerang otak. Untuk itu, kita menghindari jamaah terinfeksi virus yang mematikan itu,” imbuhnya.

Sedangkan untuk vaksinasi influenza merupakan imunisasi tambahan. Meski demikian, para jamaah tetap disarankan untuk meminimalisir terpapar penyakit influenza yang bisa menggaggu proses ibadah selama haji.

Dalam tahapan kali ini juga dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui status kehamilan khusus bagi CJH perempuan yang berusia subur. Mengingat, kehamilan dengan usia tertentu tidak diperkenankan untuk terbang ke Makkah.

Di sisi lain, pemberian vaksinasi meningitis juga berisiko membahayakan bagi kondisi janin yang dikandung ibu hamil. ”Jika ada yang positif (hamil) nanti bisa ditunda. Kerana kondisi hamil tidak disarankan untuk berangkat,” tandasnya.

Sejauh ini, pihak puskesmas masih belum menemukan wanita usia subur yang tengah berbadan dua. Menurutnya, pemeriksaan yang sama juga akan dilakukan pada saat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Sebab, pemeriksaan kehamilan di daerah dengan jadwal keberangkatan masih ada jedah waktu cukup panjang. Sehingga sebelum berangkat akan dilakukan tes kehamilan lagi. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia