Senin, 20 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
Pelantikan dan Raker IKA-PMII Mojokerto Raya

Muchid: Jangan Takut, tapi juga Jangan Main-Main dengan IKA-PMII

Jumat, 11 May 2018 17:32 | editor : Mochamad Chariris

Pengurus IKA-PMII Jatim H Muchid Efendi saat melantik pengurus IKA-PMII Mojokerto Raya di Kantor PC NU Kota Mojokerto.

Pengurus IKA-PMII Jatim H Muchid Efendi saat melantik pengurus IKA-PMII Mojokerto Raya di Kantor PC NU Kota Mojokerto. (Moch Chariris/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Mojokerto Raya masa khidmat 2018-2023 resmi dikukuhkan Kamis (10/5).

Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan rapat kerja (raker) ini dipusatkan di Kantor PC NU Kota Mojokerto. Dengan dikukuhkannya kepengurusan lima tahun ke depan ini, diharapkan mampu menjadi momentum bagi pergerakan mahasiswa dalam mencetak kader intelektual berjiwa baldatun toyyibatun warabbun ghafur.

Selain alumni dan kader PMII aktif, pelantikan dihadiri tokoh Forkopimda Mojokerto. Di antaranya perwakilan Pemkot, Polresta dan Polres, Kodim Mojokerto, pengurus PC NU Kota Mojokerto dan tiga pasangan calon (paslon) Pilwali Kota Mojokerto.

Tiga paslon pilwali yang hadir adalah cawawali kota nomor urut 1 Rambo Garudo, paslon nomor urut 3 Warsito-Moeljadi dan cawali nomor 4 Ika Puspitasari (Ning Ita).

Wali Kota Mas’ud Yunus diwakili Asisten Administrasi Umum Subambihanto mengatakan, peran IKA-PMII di Kota Onde-Onde kerap melahirkan sosok pemikir yang berkualitas. Dengan demikian, sebagai agen of change, IKA-PMII dapat menjadi mitra yang diharapkan mampu mengawal sekaligus mengawasi program Kota Mojokerto menuju service city yang sehat, cerdas dan bermoral.

Pengurus IKA-PMII Jatim, H Muchid Efendi menegaskan masyarakat tidak perlu takut akan keberadaan alumni PMII. Pun demikian sebaliknya jangan pula main-main dengan IKA-PMII. Sebab, lanjut Muchid, dalam wadah alumni PMII ini tempatnya para intelektualitas yang mampu berperan di semua lini.

Dia mencontohkan, sosok KH Munasir Ali dan KH Achyat Chalimy sebagai tokoh intelektual Mojokerto yang melambungkan namanya hingga ke tingkat nasional. ’’Harapannya, IKA-PMII lebih dari keduanya,’’ terangnya.

Bukan hanya itu, alumni juga harus mampu menjadi payung bagi masyarakat. ”Ibarat paduan suara, IKA-PMII bertugas sebagai konduktor, bukan penyanyi,” imbuhnya. Maka dari itu, sebagai agen perubahan, IKA-PMII jangan mudah terjebak dalam fatsun-fatsun politik. Namun, justru menjadi agen penggerak perjuangan di setiap daerah.

’’Harus menjadi pemain, jangan cuma jadi penonton. Oleh karenanya, memungkinkan semua lini dimasuki dan bendera harus dikibarkan," tandasnya.

Acara tersebut dipungkasi sarasehan dan bedah buku karangan almarhum H Yazid Qohar berjudul: Mbah Yai Sholeh Pendiri Pondok Penarip Mojokerto. Menghadirkan narasumber Ketua Rais Syuriah PC NU Kota Mojokerto KH Rofi'i Ismail dan sejarawan Ayuhanafiq. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia