Jumat, 17 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Sepekan Jelang Ramadan, Harga Telur Tembus hingga Rp 25 Ribu

Senin, 07 May 2018 17:33 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com)

MOJOKERTO – Sepekan menjelang Ramadan harga sembako di pasar-pasar tradisional Kabupaten Mojokerto mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga jual mencolok yang mulai dirasakan masyarakat sebagai konsumen adalah jenis telur ayam.

Rilis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, harga jual pangan jenis lauk pauk ini bahkan sudah menembus hingga Rp 25 ribu per kilogram (kg). ”Dari pantauan kita, hari ini di beberapa pasar untuk telur ayam memang ada perubahan harga,” ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Senin (7/5).

Penjualan itu setidaknya terlihat di tiga pasar tradisional. Meliputi, Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko; Pasar Pohjejer, Kecamatan Gondang, dan Pasar Besar Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Pedagang telur di tiga pasar ini telah membanderol harga telur ayam berbeda dari biasanya.

Jika sebelumnya rata-rata masih dijual di kisaran antara Rp 20 ribu hingga Rp 23 ribu per kg, sekarang telah menembus hingga Rp 25 ribu per kg. ”Pekan lalu, harganya masih terpantau di kisaran Rp 21.750,” imbuh Bambang. ”Sekarang (hari ini) kalau di rata-rata ya di kisaran Rp 23.750 per kg,” lanjutnya.

Pihaknya belum mengetahui persis apa faktor pendorong kenaikan harga jual tersebut. Apakah akibat keterbatasan stok di kalangan peternak petelur ayam atau memang permintaan yang meningkat drastis menjelang bulan suci Ramadan. Sehingga terjadi fluktuasi harga. ”Ini masih kita pantau terus. Tetapi, kemungkinannya ada peningkatan permintaan konsumen,” tandasnya.

Dengan begitu, rata-rata kenaikan harga jual telur ini sudah mencapai antara Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu per kg di setiap pasar. ”Nanti kita akan cari sumbernya. Apa betul memang stoknya terbatas, atau di tingkat peternak mengalami masalah,” tandasnya. Meski demikian, dari empat pasar tradisional naungan Pemkab Mojokerto, tidak semua pedagang terpantau menaikkan harga telur. Di Pasar Tradisional Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, misalnya.

Pedagang telur ayam dan kebutuhan pangan rumah tangga, tercatat mereka masih menjual telur dengan harga Rp 20 ribu per kg. ”Kita harap, begitu memasuki Ramadan nanti harga jualnya bisa kembali stabil seperti semula,” pungkas Bambang.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia