Senin, 20 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditinggal Arisan, Rumah Dibobol, Perhiasan dan Emas Batangan Amblas

Kamis, 03 May 2018 13:01 | editor : Mochamad Chariris

Korban menunjukkan pintu belakang rumahnya yang dirusak pelaku di Mojosari, Mojokerto.

Korban menunjukkan pintu belakang rumahnya yang dirusak pelaku di Mojosari, Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Komplotan spesialis pembobolan rumah di Mojokerto berulah lagi. Kali ini giliran rumah Wisnu Agustin, 41, di Jalan Bung Tomo Dusun/Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, disatroni tamu tak diundang.

Dari dalam rumah korban pelaku berhasil menguras seluruh perhiasan dan emas batangan senilai Rp 125 juta. Mulanya, pencurian ini pertama kali diketahui Wisnu Agustin, Selasa malam (1/5). Saat itu, dia baru tiba di rumah sekitar pukul 20.30 sepulang dari menghadiri acara arisan keluarga di Malang.

Begitu masuk rumah, dia dikejutkan dengan kondisi pintuk dapur sudah dalam kondisi terbuka. ’’Ruang tamu juga sudah seperti kapal pecah. Berantakan,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Untuk menjawab kecurigaan itu, dia langsung memeriksa seluruh kamar dan ruangan dalam rumah, termasuk sebuah mobil yang diparkir digarasi.

’’Ternyata, almari juga sudah acak-acakan. Perhiasan dan emas batangan sudah hilang,’’ jelasnya. Dia mengaku, semula semua perhiasan miliknya disimpan di tas khusus dalam almari. Di antaranya anting, kalung, gelang, cincin, dan emas batangan seberat 60 gram.

Selain itu, kawanan pelaku juga membawa jam mewah dan kamera DSLR yang disimpan di kamar. ’’Kalau diestimasi semua kerugian sekitar Rp 125 juta,’’ tegas Agustin. Pelaku diduga lebih satu orang tersebut juga menggasak uang recehan yang ditaruh dalam dompet dan almari anaknya. ’’Ada yang Rp 50 ribuan. Ada juga yang Rp 5 ribuan, karena itu kan uang saku sekolah anak saya,’’ tambahnya.

Beruntung, surat-surat berharga seperti BPKB mobil dan sertifikat rumah masih aman di tempat. Korban menduga, pencurian di rumahnya ini dilakukan oleh komplotan pelaku amatiran. ’’Saya yakin ini pelakunya tidak jauh. Kalau kelas kakap pasti sertifikat rumah dan BPKB mobil juga ikut diambil. Karena nilainya juga ratusan juta,’’ paparnya.

Dia menduga, pelaku masuk dalam rumah melalui pintu dapur lalu menyisir semua isi rumah. Sebab, pelaku diketahui sempat gagal masuk melalui pintu utama dan jendela kamarnya. Kondisi itu dibuktikan dari bekas congkelan di kedua pintu tersebut. Dari situ pelaku kemudian mengalihkan masuk rumah melalui jalan lain.

’’Kalau tidak didobrak keras tidak mungkin bisa terbuka. Wong di belakang pintu dapur itu saya kasih barang-barang sebagai pengganjal,’’ jelas Agustin. Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery membenarkan adanya pembobolan rumah di Jalan Raya Bung Tomo Desa Seduri. ’’Sejauh ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku,’’ katanya.

Sebelumnya, pada bulan Februari lalu di desa yang sama pelaku juga membobol rumah milik Gatot Sugianto di Jalan RA Kartini Desa Seduri. Mereka berhasil membawa barang berharga dan uang dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta. Meliputi berupa perhiasan, berlian, handphone, jam tangan, buku tabungan dan surat-surat berharga. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia