Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ibu Rumah Tangga Kendarai Motor dengan Nopol Palsu

Selasa, 01 May 2018 17:29 | editor : Mochamad Chariris

Petugas mencocokkan nopol kendaraan pada razia lalu lintas di Trowulan, Mojokerto.

Petugas mencocokkan nopol kendaraan pada razia lalu lintas di Trowulan, Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Petugas gabungan Satlantas Polres Mojokerto dan Polda Jatim menggelar operasi gabungan di Jembatan Timbang Jalan Raya Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (30/4).

Dalam razia yang berlangsung selama dua jam itu, selain menjaring ratusan pelanggar, korps bersabuk putih itu mendapati pengendara mengunakan nopol palsu.

’’Dia memang sengaja memakai pelat nomor palsu,’’ ungkap Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Edy Widoyono. Terendusnya nopol palsu ini saat petugas melakukan pemeriksaan setiap pengendara yang melintas di jalur trans Nasional tersebut. Khususnya dari arah Mojokerto menuju Jombang.

Petugas yang melakukan pemeriksaan STNK milik sang pengendara melihat ada kejanggalan pada pemasangan pelat nopol. Sebab, setelah dicek dan dicocokkan dengan STNK, ternyata nopol S 2085 QS yang dipasang di sepeda motor berbeda. ’’Setelah kami interogasi ternyata pelat nomor yang asli ditaruh di dalam jok sepeda,’’ tambahnya.

Meski sempat menolak ditilang, namun mengacu UU nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, petugas tetap menjatuhkan tilang. Selain dinilai telah melanggar, diketahui pengendara Honda Beat ini juga tidak mempunyai SIM C. ’’Parahnya lagi, ibu-ibu itu tidak mengenakan helm keselamatan,’’ tuturnya.

Apalagi, di sepanjang jalan di Jembatan Timbang Trowulan selama ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Dalam satu bulan ini saja kurang lebih sudah tiga kali kecelakaan melibatkan pengendara motor. KBO Satlantas Polres Mojokerto, Iptu Nur Rosid, menambahkan, setidaknya ada 140 pelanggar lalu lintas yang terjaring operasi.

Rinciannya, terdiri dari 11 pengendara tak menggunakan helm, dua pengendara melawan arus, satu pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman, dan pelanggaran lain sebanyak 42 pengendara. ’’Kami juga menilang tiga pengendara di bawah umur,’’ ungkapnya.

Dalam razia ini, petugas menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, sembilan SIM, 47 STNK, dua sepeda motor tidak sesuai spesifikasi, 11 buku KIR, dan 12 pengendara tidak taat pajak. Sementara itu, Kasi Laka Ditlantas Polda Jatim, Kompol Dadang Kunia, menyatakan, operasi yang digelar selama 14 hari ke depan tak lain sebagai upaya petugas dalam menekan angka kecelakaan.

’’Menekan fatalitas jumlah korban kecelakaan juga menjadi tujuan kami,’’ tandasnya. Sehingga, selain menyasar pengendara tidak memiliki SIM, pelanggaran secara kasat mata menjadi hal utama dalam operasi.

Seperti pengendara mengunakan handphone saat berkendara, melawan arus, berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, serta tidak menggunakan helm. ’’Termasuk, pengendara yang ugal-uagalan,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia