Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Razia Hotel dan Rumah Kos, Satpol PP Jaring Enam Pasangan

Jumat, 27 Apr 2018 20:52 | editor : Mochamad Chariris

Seorang perempuan terjaring razia Satpol PP Kota Mojokerto.

Seorang perempuan terjaring razia Satpol PP Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Untuk menjaga kondusifitas dan kamtibmas Kota Mojokerto, jajaran petugas keamanan menggelar operasi cipta kondisi. Kamis (26/4) area hotel, rumah kos, hingga warung remang-remang disasar operasi yang melibatkan personel gabungan lintas instansi.

Temuannya, enam pasangan terjaring dalam operasi tahap awal. Pasangan di luar nikah ini kedapatan tengah berduaan di sejumlah hotel Kota Onde-Onde. Seluruhnya terindikasi merupakan pasangan di luar nikah yang diduga telah berbuat mesum.

Hingga Kamis malam (26/4), pemeriksaan terhadap keenam pasangan itu masih berlangsung. Sedangkan, operasi tahap kedua yang menyasar seluruh lokasi hiburan malam, seperti karaoke hingga warung remang-remang digencarkan setelah pukul 18.30.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heriyana Dodik Murtono, mengatakan, operasi gabungan ini sebagai persiapan cipta kondisi kota. Selain itu, juga menyikapi kondisi menjelang bulan Ramadan. ’’Operasi cipta kondisi ini digelar menggandeng aparat kepolisian, TNI, hingga BNNK,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan, operasi ini menyasar seluruh tempat hiburan malam pada sesi kedua. Pada sesi pertama, hotel dan rumah kos menjadi sasaran petugas. Ini karena adanya indikasi peredaran narkoba, miras, dan lainnya. ’’Rumah kos yang tidak berizin juga kami panggil pemilik. Besok (hari ini, Red), wajib datang untuk diperiksa,’’ jelasnya.

Sedangkan, peredaran miras juga menjadi atensi petugas. Lantaran menjelang bulan Ramadan, keamanan dan kondusifitas menjadi atensi pihak keamanan. ’’Miras juga targetkan untuk dibersihkan peredarananya. Indikasinya banyak di warung remang-remang,’’ sambung mantan Asisten Sekdakot ini.

Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi, menyatakan, atensi terhadap peredaran narkoba terus digencarkan. Keberadaan penghuni hotel, penghuni rumah kos yang bernarkoba bakal langsung dites urine. Tujuannya, memeriksa kondisi orang tersebut terjangkiti narkoba atau tidak.

’’Kalau ada temuan atau positif kita periksa lebih lanjut di kantor. Bahkan, bisa pula menjalani assessment. Kalau terbukti ada peredarannya tentu ditindak,’’ tandasnya.

Sementara itu, dari pemeriksaan delapan hotel dan enam lokasi rumah kos belum ditemukan peredaran narkoba atau pecandu narkoba. Hanya ada satu penghuni rumah kos di Jalan PB Sudirman terindikasi positif benzo.

’’Dia ternyata sedang mengonsumsi obat penghilang sakit kepala. Untuk lebih lanjut kita periksa lebih detail lagi,’’ tandasnya.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia