Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Debat Pilwali, Empat Paslon Saling Lontarkan Maaf dan Pujian

Jumat, 27 Apr 2018 14:28 | editor : Mochamad Chariris

Empat paslon saat menyampaikan program dan visi-misi dalam debat pilwali di Hotel Raden Wijaya Kota Mojokerto.

Empat paslon saat menyampaikan program dan visi-misi dalam debat pilwali di Hotel Raden Wijaya Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Debat publik perdana pemilihan wali kota dan wakil walikota (pilwali) di Convention Hall Hotel Raden Wijaya Kota Mojokerto tadi malam berlangsung gayeng.

Seluruh pasangan calon tampil tenang cenderung santai, bahkan beberapa kali muncul lemparan joke alias lelucon. Seluruh paslon tampil dengan segenap kemampuan.

Mereka terlihat sudah mempersiapkan diri. Itu tampak dari penampilan paslon yang banyak melempar ide dari visi-misi yang dibawa. Cara penyampaian pendapat pun disampaikan secara lancar dan sopan.

Penampilan paslon yang tenang cenderung sopan ini juga tampak ketika sesi adu tanya-jawab. Ketika mengajukan pertanyaan, bahkan terlebih dahulu paslon meminta izin, permohonan maaf hingga pujian. Pun begitu ketika menjawab pertanyaan paslon lain.

Puluhan pendukung masing-masing paslon yang hadir di lokasi juga memberikan dukungan maksimal. Mereka kerap melontarkan yel-yel hingga teriakan dukungan. Beberapa kali pemandu acara mengingatkan pendukung yang melontarkan teriakan ketika sesi debat berlangsung.

Sesi pernyataan penutup, masing-masing paslon menyelipkan pesan-pesan dukungan. Akmal Boedianto dari paslon nomor urut 1 menyatakan, mengedepankan integritas kebersamaan kedamaian. Suasana kondusif untuk Kota Mojokerto yang lebih baik. Dan, berharap dan memohon rakyat kota pada 27 Juni memberikan amanah kepada mereka agar menang.

Andy Soebjakto dari paslon nomor urut 2, mengajak untuk mencintai warga kota. Karena tidak ada warga kota yang senang ketika ada yang susah. Dia juga mengajak agar menjadikan pilwali proses menuju kedewasaan.

Bahwa pilwali adalah silaturahmi akbar agar lebih baik. Warsito dari paslon nomor urut 3 mengatakan, pilkada adalah agenda lima tahunan sekali. Sehingga berkewajiban untuk memperbaiki tujuan. Bukan lantas menjadi pimpinan yang serakah. Dia mengajak menyukseskan pilwali yang dicintai.

Ika Puspitasari dari paslon nomor urut 4 hadir dengan membawa konsep Kota Mojokerto yang kecil jadi maju dan indah. Dan, menjadikan warganya bahagia. Dia menyebutkan akan mengalokasikan 25 persen APBD untuk program pembangunan infrastruktur. Karena, itu pondasi warga agar dapat pelayanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan yang baik.

Ketua KPU Kota Mojokerto, Saiful Amin Solihin, menegaskan, masih ada tiga sesi debat publik bagi paslon pilwali. Sesi kedua digelar tanggal 24 Mei mendatang. Sedangkan debat pamungkas pada tanggal 21 Juni.

"Formatnya sama. Hanya saja, untuk yang terakhir nanti digelar di Surabaya. Itu karena pertimbangan keamanan," kata dia. Dia menyebutkan, pelaksanaan debat publik yang perdana ini terbilang sukses. Antar paslon juga tampak guyub. "Hal itu lumrah. Semua paslon tampil tenang dan guyub. Saya kira itu baik," tandasnya. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia