Jumat, 17 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Rumah Ayah Bupati Digeledah, Uang Perusahaan Rp 4 Miliar Disita

Jumat, 27 Apr 2018 13:08 | editor : Mochamad Chariris

Barang tiga jet ski milik Bupati Mojokerto yang disita KPK dititipkan di Mapolsek Magersari, Kota Mojokerto.

Barang tiga jet ski milik Bupati Mojokerto yang disita KPK dititipkan di Mapolsek Magersari, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Tiga hari sudah upaya penggeledahan dan pemeriksaan dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemkab Mojokerto. Setelah menyasar sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) selama dua hari berturut-turut, upaya penggeledahan oleh petugas antirasuah itu ternyata juga menyasar kediaman pribadi ayah Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP), H Jakfaril.

Yakni, di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri serta sebuah vila di Dusun Treceh, Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya menggeledah, KPK rupanya juga membawa sejumlah barang bukti yang nilainya diduga cukup fantastis. Yakni, belasan kendaraan mewah, serta uang tunai yang nominalnya dikabarkan mencapai miliaran rupiah.

Sumber terpercaya menyebutkan, uang yang nilainya diperkirakan berjumlah miliaran rupiah tersebut diduga uang perusahaan milik keluarga MKP, PT Musika. ”Uang itu didapat dari rumah H Jakfaril (ayah MKP, Red). Jumlahnya banyak, sekitar Rp 4 miliar lebih,” ujarnya Kamis malam (26/4).

Memang, belakangan ini, sebagai keluarga yang dikenal memiliki perusahaan pemecah batu terkenal di kawasan Desa Tawar, Kecamatan Gondang, disebut-sebut, keluarga H Jakfaril terbiasa menyimpan uang cash dalam jumlah besar. ”Orang lawas (orang dulu, Red) kan biasa senang menyimpan uang cash,” imbuhnya.

Namun, kendati keluarga dan MKP sendiri telah menjelaskan bahwa uang yang sejauh ini nominalnya belum diketahui pasti tersebut merupakan uang perusahaan, tim penyidik KPK keukeh untuk menyita dan mengamankan. ”Kendati telah dijelaskan berkali-kali itu uang perusahaan, ya tetap dibawa (disita, Red),” paparnya.

Barang bukti berupa jet ski, mobil, motor, serta uang tersebut kemarin telah diamankan KPK dengan dititipkan di kantor Polsek Magersari, Kota Mojokerto. Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, terdapat 13 unit kendaraan mewah berhasil diamankan petugas KPK dari kediaman MKP. Kendaraan tersebut kemudian diamankan dengan dititipkan di halaman Polsek Magersari sejak Rabu malam (25/4).

Masing-masing adalah dua unit motor Yamaha NMax dan Honda Sonic 150 CC, pikap Gran Max nopol nopol S 8021 NC; dua unit mobil Toyota Kijang Innova warna abu-abu metalik dan hitam dengan nopol S 1020 dan  L 1724 YY; satu mobil Honda CR-V hitam nopol S 1001 NB; satu mobil Subaru Symmetrical AWD WRX putih nopol S 1168 P; serta satu mobil Land Rover Range Rover Evoque Si.4 merah nopol L 1213 HX.

Tidak hanya kendaraaan mewah, KPK juga berhasil menyita lima unit jet ski merek Sea-Doo yang biasa digunakan MKP berwisata air di Sungai Brantas. Berdasarkan penelusuran, 13 kendaraan tersebut didapatkan penyidik dari beberapa lokasi yang disebut sebagai kediaman pribadi MKP dan ayahnya.

Yakni, di rumah dinas bupati di kompleks kantor Bupati Mojokerto di Jalan A. Yani Kota Mojokerto, di sebuah vila di Dusun Treceh, Desa Sajen, Kecamatan Pacet; rumah pribadi di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, serta di showroom Rizky Motor milik kerabat MKP di Desa Menanggal, Kecamatan Magersari.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setiyono membenarkan adanya titipan barang bukti dari KPK. Sejak Selasa malam (24/4), jajarannya telah diamanahi KPK sebagai tempat penitipan barang-barang hasil sitaan. Namun, Sigit enggan menyebut secara rinci jenis dan jumlah kendaraan yang telah dititipkan di Polsek Magersari tersebut.

’’Kemarin kita menggeser barang sitaan ini dari sebuah lokasi milik terperiksa di kawasan Pacet. Hanya beberapa hari dititipkan, sampai dengan kesiapan KPK selesai melakukan penggeledahan kemudian dikembalikan ke Jakarta,’’ ungkapnya. Tidak hanya mobil mewah dan motor, barang sitaan yang kini dalam pengawasan ketat petugas kepolisian itu juga terdapat uang tunai yang dikabarkan nilai cukup fantastis, hingga mencapai miliaran rupiah.

Uang tersebut lantas ditaruh dalam ruangan khusus dan dalam pengawalan khusus polisi. Namun lagi-lagi, Sigit enggan memberikan rincian total nominal uang yang telah disita. Untuk sementara waktu, Sigit menjamin uang tersebut tetap utuh seperti semula, yakni dengan memasukkannya ke dalam sebuah brankas sebelum nantinya diserahkan kembali ke KPK.

’’Ya harus ada pengamanan khusus, baik dari sisi alat maupun personel yang mengamankan. Secara teknis seperti itulah. Kemudian akan dilanjutkan di perbankan, yang tentunya semuanya dilakukan oleh KPK,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia