Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Buru Bukti Dugaan Gratifikasi BTS Tower di Kantor Satpol PP

Rabu, 25 Apr 2018 13:57 | editor : Mochamad Chariris

Petugas KPK (tengah) menuju salah satu ruangan di Kantor Satpol PP Kab. Mojokerto.

Petugas KPK (tengah) menuju salah satu ruangan di Kantor Satpol PP Kab. Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Sebagai upaya melakukan pengumpukan barang bukti dan keterangan terkait dugaan kasus korupsi di lingkungan Pemkab Mojokerto, hingga hari ke dua ini, KPK terus menyisir kantor OPD (organisasi perangkat daerah).

Termasuk kantor satpol PP di Jalan Raya Pemuda Nomor 55, Desa Seduri,  Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Kantor petugas penegak perda (peraturan daerah) ini didatangi lembaga antirasuah Rabu (25/4) sekitar pukul 10.00.

Mengendarai tiga unit mobil Toyota Innova dan dikawal dua polisi bersenjata lengkap, lembaga superbodi itu langsung masuk ke ruangan. Tim penyidik KPK kemudian memeriksa sejumlah ruangan. Di antarnya, ruang bagian tata usaha sekaliguas ruang kerja Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto, Suharsono.

Tatanan berkas semula tertata rapi pun tak lepas dari incaran pemeriksaan sekaligus penggeledahan. Belum diketahui persis dokumen dan data apa yang diperiksa. Sebab penggeledahan berlangsung secara tertutup. Sejumlah pintu ditutup rapat,  siapa pun tak berkepentingan dilarang masuk.

Diduga,  penggeledahan ini untuk memburu bukti terkait kasus dugaan gratifikasi perizinan BTS (base transceiver station) tower di Mojokerto seperti yang diungkapkan Bupati Mustofa Kamal Pasa Selasa (24/4). BTS adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia