Rabu, 22 Aug 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tinggalkan Kantor Usai Subuh, Bupati MKP Tak Hadiri Hari Otoda

Rabu, 25 Apr 2018 13:03 | editor : Mochamad Chariris

Sekdakab Mojokerto saat menyampaikan amanat Mendagri di Hari Otoda di Pemkab Mojokerto, Rabu (25/4).

Sekdakab Mojokerto saat menyampaikan amanat Mendagri di Hari Otoda di Pemkab Mojokerto, Rabu (25/4). (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Sehari pasca penggeledahan dan penyegelan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sejumlah lokasi di Kabupaten Mojokerto, berdampak terhadap suasana dan kondisi di lingkungan pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Rabu pagi tadi (25/4), Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) yang diagendakan hadir memimpin prosesi upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Tahun 2018, tak nampak di lokasi. Seluruh prosesi upaca dipusatkan di halaman pemkab dipimpin Sekdakab Herry Suwito.

Sumber Jawa Pos Radar Mojokerto menceritakan, bupati keluar dari rumah dinasnya di lingkungan Pemkab Mojokerto sekitar pukul 05.00. Sementara, upacara peringatan Otoda digelar pukul 07.00. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Zaenal Abidin juga tak hadir di prosesi upacara peringatan Otoda Ke-22 Tahun ini. Upacara molor selama 30 menit. 

Dalam amanatnya, sekda tak mengusik sedikit pun soal langkah KPK yang terjun ke Pemkab Mojokerto untuk memburu barang bukti dugaan korupsi. Dia hanya membacakan amanat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tjahjo Kumolo, yang berpesan atas keserius pemda dalam menjalankan amanat undang-undang.

Mendagri menegaskan, kepala daerah harusnya terus berinovasi. Pemda tak perlu khawatir dengan jeratan hukum. Karena, pemerintah telah memberikan perlindungan dan jaminan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

"Ini untuk memperkuat peran Inspektorat," tegas Herry. Selain menyampaikan pesan itu, sekda juga memberikan penghargaan terhadap 10 perangkat daerah terbaik.

 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia