Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Pemilih Milenial Diajak Sebarkan Tolak Pilih Golput di Pilkada

Rabu, 18 Apr 2018 20:40 | editor : Mochamad Chariris

Siswa SMAN 1 Kota Mojokerto saat mengikuti sosialisasi pilkada yang digelar KPU Kota Mojokerto.

Siswa SMAN 1 Kota Mojokerto saat mengikuti sosialisasi pilkada yang digelar KPU Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Tingkat partisipasi pemilih di Kota Mojokerto yang dipandang masih rendah jadi atensi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto getol kampanyekan ajakan untuk menolak memilih golongan putih (golput).

Sejak awal pekan ini, KPU menyabani sejumlah sekolah-sekolah yang merupakan kantong para pemilih pemula di Kota Onde-Onde. Instansi penyelenggara pemilihan umum itu menyosialisasikan hajatan pilkada serentak utamanya agenda pemilihan wali kota-wakil wali kota (pilwali) 27 Juni mendatang.

Di lingkungan pendidikan itu, KPU juga mengenalkan contoh kertas suara pada saat coblosan mendatang. Di mana, pada kertas suara itu terdapat jajaran para pasangan calon (paslon) pilwali yang terdaftar sebagai peserta pilkada.

Empat paslon di antaranya, nomor urut 1 Akmal Boedianto-Rambo Garudo, nomor urut 2 Andy Soebjakto-Ade Ria Suryani, nomor urut 3 Warsito-Moeljadi, nomor urut 4 Ika Puspitasari-Ahmad Rizal Zakaria. ’’Kami terus berkegiatan ke sekolah-sekolah. Untuk menyosialisasikan pilkada serentak,’’ ungkap Saiful Amin, ketua KPU Kota Mojokerto.

Ia mengatakan, tidak hanya instansi sekolah dengan kalangan pelajar yang cukup umur untuk mencoblos yang disosialisasi. Kalangan masyarakat di tingkat RT hingga kelurahan pun disosialisasikan agenda pemilu tersebut. ’’Bahan sosialisasi juga dikirim ke semua RT (Rukun Tetangga),’’ tukas Saiful Amin.

Dilanjutkannya, sosialisasi pilkada serentak tersebut bertujuan mendongkrak partisipasi pemilih pada saat pencoblosan nantinya. Diharapkan, dengan mengenalkan sosok-sosok peserta pilkada, tata cara pencoblosan, dan pelaksanaannya para pemilih pemula itu memiliki informasi yang memadai tentang pilkada serentak.

Di samping itu, KPU juga menebarkan bahan sosialisasi pada instansi dan sekolah yang dituju. Di samping itu, tiap RT juga diberikan bahan sosialisasi hingga poster yang merupakan alat peraga sosialisasi (APS). ’’Poster tentang ajakan memilih menolak golput (golongan putih) juga kami sebarkan. Di samping juga profil seluruh paslon,’’ beber Amin.

Diakuinya, butuh upaya keras agar partisipasi pemilih saat pencoblosan nanti meningkat. Pihaknya sendiri menargetkan partisipasi pemilih lebih baik dibanding pilwali 2013 lalu. Tak kurang 90 persen dari daftar pemilih ditargetkan berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia