Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Monitor Dilempar Paving, Perusak ATM BRI Terekam CCTV

Rabu, 18 Apr 2018 18:46 | editor : Mochamad Chariris

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara mesin ATM BRI di Jalan Jayanegara, Kec. Puri, Mojokerto.

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara mesin ATM BRI di Jalan Jayanegara, Kec. Puri, Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Aksi teror pengerusakan fasilitas perbankan yang menyasar ATM BRI di Jalan Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, mulai ada titik terang. Hal ini setelah wajah pelaku perusakan terekam CCTV (closed circuit television). Dugaan kuat, pengerusakan ATM di depan Kantor Bersama Samsat ini dilakukan oleh orang iseng.

’’Pelaku diduga tidak ada indikasi melakukan pembobolan atau bertujuan menguras isi ATM,’’ kata Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery. Dugaan itu muncul lantaran sejauh ini tidak ada korban maupun laporan kehilangan. Baik oleh nasabah maupun dari manajamen bank terkait ’’Sampai saat ini tidak ada laporan sama sekali,’’ tambahnya.

Dari hasil pemutaran rekaman kamera pengintai, terindikasi kejadiannya sangat singkat. Diketahui, pelaku yang terekam kamera hanya seorang diri tidak sampai masuk dalam ATM. Begitu datang dia hanya membuka pintu ATM dan dilanjutkan dengan melempar layar monitor ATM menggunakan batako. ’’Bahkan, durasinya tidak lebih dari 5 detik,’’ tegasnya. Setelah berhasil merusak monitor pelaku tak lantas membobol ATM.

Pelaku malah pilih langsung pergi begitu saja. Secara otomatis, polisi menyebut, sejauh ini kerugiannya hanya terdapat pada mesin ATM yang rusak. ’’Tapi, apa motif pelaku merusak (monitor ATM) itu, masih misterius. Ini yang sekarang masih kita dalami,’’ bebernya. Hasil pemutaran rekaman CCTV sekaligus keterangan saksi, kata Fery, peristiwa ini sudah berlangsung Kamis malam (12/4). Sebagai alat bukti petunjuk, kini petugas sudah mengantongi rekaman CCTV sekaligus satu buah paving yang diduga menjadi alat pengerusakan.

Meski sudah empat orang saksi dimintai keterangan, termasuk seorang satpam yang mengetahui pertama kali kalau mesin ATM itu rusak, petugas belum bisa mengidetinfikasi identitas pelaku. ’’Selain peristiwanya begitu cepat, posisi pelaku juga mengenakan helm,’’ ujarnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia