Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment
Desima Aqmar Syarafina, sang ”Anak Titipan”

Masuk Pelatnas Bulu Tangkis, Moncer di Tangan Roy Joyo Efendi

18 April 2018, 18: 41: 11 WIB | editor : Mochamad Chariris

Desima Aqmar Syarafina saat mengikuti sirkuit nasional beberapa waktu lalu.

Desima Aqmar Syarafina saat mengikuti sirkuit nasional beberapa waktu lalu. (Desima for Radar Mojokerto)

Menjadi pebulu tangkis handal hingga tingkat nasional sejatinya bukanlah cita-cita awal. Namun, setelah bergabung klub dan berlatih serius tanpa kenal lelah, sejumlah prestasi semakin deras mengalir. Hingga namanya terpanggil PBSI sebagai salah satu pebulu tangkis muda di Pelatnas Cipayung Pratama.

WAJAR ketika anak dengan usia di bawah 10 tahun berubah-ubah jawaban saat ditanya orang dewasa tentang cita-citanya saat besar nanti. Jawaban pertama bisa saja adalah dokter, namun semenit kemudian bisa berubah menjadi polisi, TNI, atau bahkan Presiden.

Namanya juga anak kecil. Tidak banyak pertimbangan dalam memilih sesuatu yang bisa menentukan taraf hidupnya kelak. Situasi itu sebenarnya juga pernah dirasakan Desima Aqmar Syarafina, remaja asal Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Waktu duduk di bangku kelas 3 SD, Desima kecil sempat berujar bakal menjadi orang sukses saat dewasa kelak.

Tak dapat dia rinci jenis pekerjaan apa yang akan mengantarkannya sebagai orang paling beruntung. Namun, perjalanan kesuksesan dirnya itu tanpa disadari ternyata sudah diawali sejak usia 9 tahun. Saat itu, Fina, panggilan akrabnya sering diajak kedua orang tuanya ikut mendampingi sang kakak berlatih bulu tangkis di GOR Diknas Kabupaten Mojokerto.

Dari ajakan itu, Fina tibat-tiba tertarik dengan kegiatan sang kakak yang tangkas menampik shuttle cock. Hingga akhirnya ikut-ikutan bermain dan bergabung bersama di klub Satu Hati, klub anggota Pengkab PBSI Mojokerto. ’’Awalnya dulu dia (Desima, Red) coba-coba ikut di klub Satu Hati.

Namun, klub itu sekarang sudah vakum karena pelatihnya meninggal dunia dan tidak ada penerusnya,’’ terang Ketua Harian Pengkab PBSI Mojokerto, Nur Wachid, saat menerjemahkan jawaban Desima kemarin.

Namun, keikusertaan Fina yang hanya coba-coba rupanya membawanya hingga pada tingkat keseriusan. Padahal, saat pertama kali bergabung, prestasi ABG yang gemar nonton film ini tidak seberapa moncer.

Terbukti, dari beberapa kejuaraan yang diikuti, baik di tingkat kabupaten hingga Provinsi Jatim, Fina tak banyak mendapatkan medali. Namun, gadis kelahiran 5 Desember 2001 ini tak pantang menyerah. Segala upaya dia lakoni demi mendapatkan prestasi maksimal.

Salah satu upaya efektifnya adalah ikut latihan tambahan bersama pelatih asal klub Djarum Kudus, Roy Joyo Efendi di usianya yang menginjak 12 tahun. ’’Maksimal dulu hanya mencapai delapan besar,’’ tambah Nur Wachid.

Benar saja, kerelaannya menyisihkan waktu seminggu sekali berlatih keras di GOR Sudirman Surabaya itu membawa hasil. Roy Joyo Efendi menilai penampilan Fina lambat laun semakin menanjak.

Melihat perkembangan Fina, Roy kemudian merekomendasikan Fina mengikuti seleksi di klub PB Djarum Kudus pada tahun 2014 dan akhirnya terpilih. ’’Istilahnya, Fina dulu adalah anak titipan yang dijamin oleh pak Roy Joyo sendiri sebagai atlet potensial,’’ imbuhnya.

Tiga tahun bergabung bersama Djarum, prestasi Fina semakin lama semakin menunjukkan grafik yang menanjak. Sejumlah medali berhasil dia dapatkan. Salah satunya adalah semifinalis di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2017 (tunggal taruna putri), Juara Piala Pembangunan Jaya 2017 (beregu campuran), runner-up Djarum Sirkuit Nasional Jawa Tengah Open 2017 (tunggal taruna putri).

Dari beberapa raihan itu, PB PBSI ternyata memantau perkembangan Fina. Hingga di akhir 2017 lalu, dia terpilih PBSI sebagai salah satu dari puluhan pebulu tangkis untuk masuk dalam pelatnas (pelatihan nasional) Cipayung tingkat pratama (usia 17 tahun). 

Dimana tempat tersebut merupakan lokasi tempaan para pebulu tangkis Indonesia yang berprestasi dunia. Di usianya yang masih belia, Fina atau Desima diharapkan mampu bersaing di berbagai ajang kejuaraan macam sirnas (sirkuit nasional) yang berlangsung secara periodik. Sebelum akhrinya nanti dapat terpilih lagi mewakili Indonesia di kejuaraan super series tingkat Dunia

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia