Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kamar Napi dan Tahanan Dirazia, Temukan Silet dan Sendok

18 April 2018, 18: 28: 51 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas gabungan saat melakukan razia di Lapas Kelas II-B Mojokerto.

Petugas gabungan saat melakukan razia di Lapas Kelas II-B Mojokerto. (Farisma Romawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Mojokerto Senin malam (16/4) tiba-tiba hening ketika ratusan petugas gabungan dari lapas dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) merangsek masuk ke dalam blok dan kamar narapidana (napi).

Petugas kemudian mengeluarkan satu per satu napi dan tahanan dari dalam kamar. Namun, sebelum keluar, para napi dan tahanan lebih dulu diperiksa tubuh dan pakaian mereka. Apakah membawa atau menyimpan benda mencurigakan atau tidak.

Setelah pemeriksaan fisik, sejumlah napi kemudian diminta menunggu di halaman dalam lapas. Nah, disela masa tunggu itu, ratusan petugas lalu memeriksa satu per satu kamar napi. Penggeledahan pun berlangsung ketat dan genting hingga membuat suasana lapas yang semula riuh menjadi hening.

Tidak ada satu pun barang atau bagian kamar yang luput dari pemeriksaan sipir dan petugas jaga. Bahkan, di sela-sela tembok dan kamar mandi pun juga terpaksa dibongkar petugas untuk mencari keberadaan benda terlarang.

Tak kurang hampir dua jam razia serentak itu berlangsung. Dan tak satupun dari 14 kamar dari 4 blok tahanan dan napi, baik perempuan maupun laki-laki yang terlewati oleh pemeriksaan. Meski berlangsung ketat dan bersamaan, namun petugas ternyata tak banyak mendapatkan barang yang diincar.

Dari berbagai jenis barang yang disita, petugas ternyata tak mendapati satupun handphone (HP) atau bahkan narkoba yang disebut-sebut sebagai barang paling istimewa di dalam bangunan yang berdiri sejak tahun 1918 itu.

Petugas ternyata hanya mendapati puluhan silet, sendok serta buku rekap permainan kartu remi sebagai barang yang harus diamankan. Terdapat pula berbagai jenis pil dan tablet yang diamankan. Namun, setelah diperiksan ternyata hanyalah obat-obatan generik yang dikonsumsi napi untuk beberapa jenis penyakit.

’’Sasaran utama kita adalah HP dan narkoba. Tapi, dari hasil pemeriksaan, kita tidak menemukan satu pun barang tersebut. Yang ditemukan hanya beberapa pisau yang terbuat dari sendok yang difungsikan untuk membuat kerajinan. Razia kali ini adalah razia yang terbesar dari beberapa kali razia yang sudah kita lakukan sebelumnya,’’ terang Kalapas Mojokerto, Muhammad Hanafi.

Dia menerangkan, selain penekanan terhadap barang bawaan, razia tersebut juga dimanfaatkan untuk menguji keseriusan petugasnya dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas.

Dimana, antisipasi sikap koruptif menjadi poin utama razia yang berlangsung setahun sekali itu. Hanafi juga tak menampik, sebutan lapas sebagai sarang narkoba belum bisa dihilangkan dari stigma yang berkembang di masyarakat.

Namun, sebutan itu ternyata tak membuatnya berhenti untuk terus memerangi narkoba di dalam lapas. Selain rutin menggelar razia, dirinya juga terus memberikan pengawasan ketat, terutama terhadap para pembesuk yang berpeluang menyusupkan benda terlarang kepada napi.

’’Kita terus mengintensifkan razia selama dua kali dalam seminggu, jika ada hal yang insidentil, razia bisa tiga kali dalam seminggu. Memang, belum bisa lepas dari sebutan itu (sarang narkoba, Red). Tapi, bukan berarti kita tidak ada upaya. Buktinya, hasil razia kini tidak banyak menjumpai HP atau narkoba,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia