Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Anang Ma'ruf Mundur dari Kursi Pelatih Persem

09 April 2018, 12: 47: 41 WIB | editor : Mochamad Chariris

Anang Ma’ruf (pakai topi) saat mendampingi skuad Persem Mojokerto di uji coba melawan Persita Sumenep, Jumat (16/3).

Anang Ma’ruf (pakai topi) saat mendampingi skuad Persem Mojokerto di uji coba melawan Persita Sumenep, Jumat (16/3). (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kekalahan menyakitkan 1-5 dari PSID Jombang, Rabu lalu (4/4) cukup menjadi cambuk bagi skuad Persem Mojokerto dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Tak terkecuali di komposisi tim pelatih yang selama ini dihuni trio Anang Ma’ruf, Khusnul Yuli, dan Buhadi. Nah, kursi pelatih kepala Persem selama ini diduduki Anang Ma’ruf secara mengejutkan pula resmi beralih ke Hartono, pelatih rekrutmen baru. Peralihan ini setelah Anang Ma’ruf menyatakan mundur dari kursi pelatih Kamis (5/4).

Keputusan legenda Persebaya Surabaya meninggalkan Persem ini lantaran keterbatasan waktunya dalam mendampingi David Aprilianto dkk selama putaran babak penyisihan grup F Liga 3 Regional Jatim bergulir.

Kemarin, pernyataan mundurnya Anang disampaikan Bambang Puji, manajer teknik Persem kemarin. Bambang menegaskan, proses mundurnya Anang didasari oleh kesadaran pelatih 41 tahun itu dalam mendampingi anak asuhnya.

Di mana, Anang mengaku kepada manajemen jika dirinya tidak bisa mendampingi David Aprilianto dkk selama 24 jam penuh di mes. Selama ini, Anang mengaku tidak bisa lepas dari keluarga di Sidoarjo. Sehingga dalam proses latihan pun, Anang terpaksa menempuh Sidoarjo-Mojokerto pulang pergi (PP).

’’Beliau pamit ke manajemen karena tidak bisa total mendampingi anak-anak. Selama ini, Pak Anang memang PP mengendarai motor saat melatih. Jadi, kayaknya beliau merasa dilema karena kompetisi sudah mulai. Sedangkan dirinya tidak bisa mendampingi pemain seharian di mes,’’ ungkapnya.

Bambang juga tak mengelak jika kekalahan atas PSID menjadi dasar Anang Ma’ruf meninggalkan jabatannya sebagai juru racik tim. Sebab, kekalahan itu juga tak lepas dari kekurangannya dalam mengontrol perkembangan pemain, baik secara mental maupun fisik.

Selama ini, kontrol pemain hanya dipusatkan pada dua sosok asisten pelatih, yakni Chusnul Yuli dan Buhadi. Keduanya ditugasi menjadi orang tua kedua bagi 23 pemain Persem selama berada di dalam mes. Namun, fungsi kontrol itu nampaknya tidak berjalan optimal jika tanpa sosok pelatih kepala sebagai nahkoda tim, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.

’’Memang, sejatinya pelatih harus mendampingi anak-anak dimanapun berada. Karena poin utama pelatih dalam mempersiapkan tim adalah mengetahui kondisi pemainnya satu per satu. Apalagi saat ini kompetisi sudah berjalan, sehingga pemain butuh banyak perhatian,’’ tambahnya.

Namun demikian, mundurnya Anang tidak berlangsung lama. Sebab, manajemen bergerak cepat untuk menemukan penggantinya. Sosok Hartono, mantan pelatih PSMP era Gede Widiade (Rheza MP, Red) didapuk sebagai pengganti Anang.

Kemarin, pelatih asal Surabaya ini sudah terlihat di lapangan mengawal latihan David Aprilianto dkk. ’’Pak Hartono sudah datang. Beliau juga akan tinggal di mes bersama pemain agar bisa memantau perkembangan anak-anak,’’ pungkas Bambang. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia