alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Lima Santri TPQ Diduga Dicabuli Ustad Sendiri

28 Maret 2018, 07: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

AJ (kiri) turun dari mobil dan digelandang petugas menuju ruang Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto.

AJ (kiri) turun dari mobil dan digelandang petugas menuju ruang Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Fenomena kasus pencabulan diduga melibatkan ustad dan santrinya terulang lagi. Yang mengejutkan dalam praktik asusila ini dikabarkan korbannya hingga mencapai lima orang santri.

AJ diduga sebagai pelaku yang tega merengkuh masa depan santrinya sendiri tersebut bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan sudah ditahan di Mapolres Mojokerto. ”Kasus ini (dugaan pencabulan, Red) masih terus kita dalami, apakah ada korban-korban berikutnya,” kata Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikin Fery, Selasa (27/3).

Kasus ini terungkap saat pihak keluarga korban melaporkan kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) satreskrim. Mendapati laporan tersebut, kepolisian lantas melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan (pulbaket). Baik dari keluarga, korban maupun saksi-saksi.

Fery menegaskan, setelah alat bukti didukung keterangan saksi dianggap telah memenuhi unsur pidana, pihaknya kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku, AJ. Bahkan, warga asal Kecamatan Trawas tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan. ’’Sementara ini tercatat sudah ada lima santri menjadi korban dugaan pencabulan,’’ tegasnya.

Dari pengembangan penyelidikan, semula terungkap hanya ada satu korban berinisial NF, 8. Namun, dari keterangan saksi-saksi, jumlah korban yang dicatat tim penyidik mengembang menjadi lima santri. Empat di antaranya berinisial LK, 11; RA, 10; AP,9, dan ES, 10. Kelimanya merupakan santri di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) tempat tersangka mengajarkan ilmu agama.

’’Sebagai alat bukti, kami sudah kantongi bukti visum rumah sakit,’’ tegas Fery. Kelima korban dengan didampingi orang tua masing-masing, sejauh ini masih dalam pemeriksaan petugas. Termasuk sejumlah saksi yang mengetahui dugaan pencabulan dilakukan oleh tersangka.

”Untuk motif sedang kami dalami. Sebab, tersangka sendiri seolah kurang kooperatif saat dimintai keterangan,’’ tandasnya. Sementara itu, penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto dari sumber terpercaya menyebutkan, dugaan pencabulan ustad kepada lima santrinya sendiri ini sudah berlangsung setahun lalu.

Namun, baru terbongkar setelah ada pihak keluarga yang melapor ke polisi belakangan hari ini. Mulanya, salah satu korban berinisial NF masih berstatus pelajar mengeluh kesakitan di bagian alat vitalnya. Saat ditanya perihal penyebab sakit yang dirasakan, NF semula menolak untuk membuka atau bercerita karena malu.

Namun, setelah dibujuk beberapa kali, sang guru, DN, pun akhirnya mendapati pengakuan korban. ’’Setelah didesak, NF mengaku menjadi korban pencabulan diduga dilakukan ustadnya sendiri  di TPQ,’’ tandas sumber terpercaya ini.

Mendengar cerita FN, sang guru pun penasaran. Dia kemudian menanyakan lebih dalam termasuk menyampaikan keluhan dan penyebab sakit kepada orang tua korban, RS, 37. Sadar anaknya diduga menjadi korban pencabulan dia memilih melaporkan AJ ke polisi.

’’Dugaan awal, memang korban lebih dari satu. Tapi, lebih jelasnya bisa konfirmasi ke polres, karena ini sudah dilaporkan,’’ beber warga yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya