Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Manusia Akan Dihadapkan dengan Artificial Intelligence

27 Maret 2018, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dahlan Iskan (kiri) saat bersalaman dengan penumpang di gerbong KA Sancaka di Stasiun Mojokerto.

Dahlan Iskan (kiri) saat bersalaman dengan penumpang di gerbong KA Sancaka di Stasiun Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Senin pagi (26/3), seorang pria paro baya sedang menikmati sarapan di salah satu depot di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto. Di atas meja, terdapat hidangan sepiring nasi, semangkuk rawon iga, dan segelas teh hangat.

”Mari-mari sarapan dulu, mumpung kereta masih belum berangkat,” ungkapnya mengawali obrolan dengan Jawa Pos Radar Mojokerto. Pria berkacamata dan mengenakan kemeja biru lengan panjang itu adalah Dahlan Iskan.

Kedatangannya ke Kota Onde-Onde bertujuan naik kereta api dari Stasiun Mojokerto. Dia hendak pergi ke kampung kelahirannya, Magetan. Sebelumnya, mantan dirut PLN ini usai berkunjung dan mengisi kuliah subuh di Pondok Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa, Wonoayu, Sidoarjo.

’’Alhamdulillah sudah bisa naik kereta api lagi,’’ sahutnya. Kemunculan Dahlan seolah membawa kabar baik tentang kondisi kesehatannya. Bagaimana tidak, selama beberapa bulan terakhir hampir tak terdengar kabar dari mantan Menteri BUMN ini.

Hal itu dikarenakan dirinya sedang berjuang untuk kembali sehat melawan penyakit yang diderita. Sebagaimana diketahui, Dahlan terserang aorta dissection saat menjalani ibadah umrah beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, dia harus keluar-masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Tak hanya rumah sakit dalam negeri, tetapi juga memaksa dia bolak-balik ke luar negeri. Bahkan, baru-baru ini harus menjalani perawatan khusus di salah satu rumah sakit di Tiongkok. ”(Tujuan) saya balik hanya untuk memperpanjang paspor,” terangnya.

Sebab, kata Dahlan, selama beberapa waktu ke depan, dia masih harus menjalani beberapa kali perawatan lagi di Negeri Tirai Bambu tersebut. Oleh karenanya, ayah dari Azrul Ananda ini, sempat menjuluki dirinya sebagai manusia setengah bionic. Lantaran saking seringnya menjalani tindakan medis pada tubuhnya.

Kendati demikian, Dahlan menegaskan, bahwa kondisinya saat ini sudah jauh lebih baik. Dia sudah mulai bisa beraktivitas normal kembali. Ya, Dahlan memang dikenal sebagai sosok yang aktif. Dia juga menyatakan sudah memulai lagi hobinya, yaitu senam pagi.

”Meski belum sepenuhnya pulih, tapi sudah mulai senam sedikit-sedikit, masih belum bisa penuh,” tandasnya. Selain itu, selama menjalani masa pengobatan, Dahlan tetap aktif menulis. Kali ini goresan penanya itu disalurkan melalui situs pribadinya disway.id.

Laman resmi diluncurkan pada 9 Februari 2018 bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN). Dalam kesempatan tersebut, Dahlan juga sedikit berbagi cerita tentang kemajuan teknologi di Tiongkok.

Dia menilai, pada beberapa sektor teknologi, Tiongkok telah mampu mengejar perkembangan teknologi dari Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Bahkan, dari sudut pandang kacamatanya, dalam waktu dekat manusia akan dihadapkan dengan teknologi yang serbacanggih.

Salah satunya adalah artificial intelligence. Artificial intelligence adalah kecerdasan buatan yang diaplikasikan ke dalam mesin atau komputer agar dapat melakukan pekerjaan yang dilakukan manusia.

Menurut Dahlan, teknologi tersebut diprediksi akan diterapkan tidak lama lagi dan diawali di Tiongkok. ”(Artificial intelligence) sudah dekat banget, di RRC (Republik Rakyat China) sembilan tahun lagi akan dicoba dosen bukan manusia. Dan diyakini lebih baik dari dosen manusia,” terangnya.

Oleh karena itu, artificial intelligence akan mengubah perwajahan manusia. Sebab, sebagian pekerjaan yang bisa dilakukan oleh manusia akan digantikan oleh artificial intelligence. Dahlan menambahkan, teknologi tersebut cukup berbeda dengan robot pada umumnya, karena dibuat dengan mendekati sifat dan pemikiran manusia.

”Jangan dibayangkan robot yang  biasa kita kenal, ini robot ingatannya kuat dan dengan unsur perasaan,” pungkasnya. Tak terasa, jarum jam menunjukkan pukul 08.10, jadwal keberangkatan kereta api Sancaka jurusan Surabaya-Jogjakarta pada 08.20.

Dahlan yang saat itu bersama dengan seroang rekannya pun bergegas menuju stasiun. Dengan tiket yang sudah digenggaman, mantan Menteri BUMN ini turut dalam antrean di belakang calon penumpang lainnya.

Di dalam gerbong, nampak beberapa sapaan terlontar kepadanya dan dibalas dengan salam dan candaan hangat. Dahlan turun di Stasiun Madiun dan melanjutkan perjalanan ke Magetan untuk sambang kampung halamannya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia