alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Curi Tas Dalam Mobil, Dua Pelaku Ditangkap Korban

24 Maret 2018, 01: 45: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dua pelaku pembobolan mobil saat ditangkap massa yang terekam CCTV.

Dua pelaku pembobolan mobil saat ditangkap massa yang terekam CCTV. (Farisma Romawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Aksi kejahatan jalanan rupanya masih setia membayangi warga Kota Mojokerto. Kali ini, aksi penjambretan barang berharga kembali ditemui di jalan padat kendaraan, tepatnya di depan konter elektronik di Jalan Majapahit, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Baca juga: Mayoritas Pemilih Jokowi Coblos Gus Ipul-Mbak Puti

Fengki Solanda, 40, dan Katmin, 52, warga Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, nekat menjambret sebuah tas milik sales toko elektronik setempat siang bolong Rabu kemarin (22/3).

Namun, aksi keduanya tak berjalan mulus saat warga berhasil mengepungnya. Akibatnya, kedua pelaku tak dapat mengelak bogem mentah warga yang teramat geram atas ulahnya. Hingga kemudian kedua pelaku digiring petugas ke Mapolresta Mojokerto untuk menjalami pemeriksaan.

Aksi penjambretan pelaku bermula saat Edi Mulyono, 40, warga Desa Tegowangi, Kecamatan Palemahan, Kediri, tengah sibuk menurunkan barang kirimannya dari mobil pikap nopol B 9781 PAB yang ditumpangi untuk dibawa ke dalam konter sesuai pesanan.

Saat itu, dia datang bersama Guntur, 50, rekan sales yang juga turut mengirim barang eletronik dari Pare, Kediri. Namun, Edi ternyata tidak turut mengemasi barang ke dalam konter, melainkan hanya ngopi di warung seberang jalan sembari memantau Guntur yang sibuk bertransaksi di dalam konter.

Alhasil, kondisi mobil pun sempat kosong tak terjaga beberapa saat hingga menarik Katmin dan Fengki yang melintas untuk melancarkan aksi pencurian. Benar saja, kedua pelaku yang berboncengan mengendarai motor matik warna putih melihat adanya peluang untuk menggasak uang atau barang barang berharga yang tergeletak di dalam mobil pikap.

Aksi keduanya terlihat jelas dari CCTV (closed circuit television) yang terpasang di toko bahan pakaian di depan konter. Di mana, keduanya berhenti di sisi selatan konter yang hanya berjarak 50 meter. Setelah berhenti, Katmin yang bertugas sebagai eksekutor lantas memulai aksinya dengan menghampiri mobil.

Namun, niat jahat Katmin tidak langsung dilancarkan begitu saja. Dia terlebih dulu memantau situasi sekitar yang cenderung sepi. Setelah sejenak menunggu, sejurus kemudian Katmin mengambil sebuah tas yang tergeletak di jok kabin depan mobil yang kacanya terbuka.

Tak butuh satu menit, Katmin berhasil menggondol tas milik Edi lalu berlari sekuat tenaga agar tidak terdeteteksi warga. Namun, upaya Katmin rupanya sudah dicurigai Guntur yang setia mengawasi mobil yang dia kemudikan itu. Melihat aksi Katmin yang mengobok-obok kabin depan mobilnya, sejurus kemudian Guntur meneriaki dan mengejar kedua pelaku yang mencoba melarikan diri.

Di sinilah kehebatan Guntur benar-benar teruji. Dengan sigap dia sukses menangkap Katmin dan Fengki yang sudah berada di atas motor dengan cara menarik baju pelaku. Akibatnya, kedua pelaku jatuh tersungkur di aspal jalan dan tidak dapat lari lagi lantaran sudah terkepung warga yang turut mengejarnya.

Alhasil, Fengki dan Katmin pun tak dapat mengelak beberapa kali bogem mentah warga yang geram atas ulahnya. ’’Habis ngangkat barang saya nggak ke dalam toko, tapi ngopi di warung. Kok tiba-tiba ada orang ambil tas di dalam mobil, terus saya kejar sambil teriak maling. Sebelum motornya jalan, saya tarik bajunya terus terjatuh. Saya juga ikut jatuh. Isi tasnya hanya buku tabungan, kuitansi dan surat jalan,’’ ungkap Edi.

Tak berselang lama, petugas Satreskrim Polresta Mojokerto datang untuk mengamankan situasi. Namun, pelaku sudah terlanjur babak belur dihajar warga. Keduanya lantas digiring ke mapolresta untuk menjalani pemeriksaan dan penahanan. Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Suharyono mengatakan, kedua pelaku diduga merupakan komplotan spesialis pembobol mobil yang biasa beraksi di wilayah Mojokerto.

Dugaan itu terlihat dari aksi mereka yang begitu singkat, yakni tak kurang dari 10 menit. Namun, untuk membuktikan dugaan tersbeut, kedua tersangka kini masih harus menjalani pemeriksaan penyidik. Sedangkan atas aksinya, kedua pelaku bisa dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

’’Barang bukti masih kita data. Keterangan dan fakta-fakta yang kita ketemukan kita proses sesuai dengan aturan sesuai proses penyelidikan dan penyidikan,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya