Minggu, 18 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
17 Inspirator Mojokerto

Ubah Rasa Pesimistis Menjadi Optimistis

Senin, 19 Mar 2018 21:46 | editor : Mochamad Chariris

Gus Fahmi (kiri) bersama Dahlan Iskan di PP Salafiyah Al Misbar, Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kec. Sooko, Kab. Mojokerto.

Gus Fahmi (kiri) bersama Dahlan Iskan di PP Salafiyah Al Misbar, Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kec. Sooko, Kab. Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

GUS FAHMI. Begitu pemuda bernama lengkap Moh Syukron Fahmi ini disapa. Lahir dari dunia pesantren seperti tidak membatasi dirinya untuk selalu menjalin silaturahmi dengan siapa pun.

Tanpa batas. Tanpa skat. Tanpa membedakan suku, ras, bahasa, golongan dan agama. Semua dianggap sebagai saudara karena memiliki hak yang sama. Saling hormat-menghormati.

Jalinan komunikasi dengan banyak orang dari latar belakang berbeda, tanpa disadari, akhirnya terbangun dengan sendirinya dan saling memberikan manfaat satu sama lain.

Diskusi tentang keilmuan agama. Bisnis dan organisasi. Hingga saling tukar pengalaman pun biasa dilakoni. Tidak heran, bagi oleh sebagian kalangan pemuda di Mojokerto dan sekitarnya, nama Gus Fahmi ini tidak asing.

Salah satunya di mata pebisnis muda dari ragam profesi. Berdirinya Loodst Coffee (LC) Mojokerto, diam-diam menginspirasi pengusaha muda untuk turut melirik lalu merintis usaha yang sama. Baik dalam skala small, medium, primer atau bahkan kelas warung-warung kopi.

Bisnis kafe dan resto yang dibangunnya tahun 2013 itu pun mengubah semangat remaja, pemuda, termasuk pelaku bisnis riil. Hingga akhirnya mampu membuka cakrawala usaha sendiri. Dan salam sekejap menjamur di setiap sudut Kota Onde-Onde.

Keunikan dalam merintis Loodst Coffee (LC) dari nol ini bukan tanpa alasan. Selain untuk merangkul beberapa remaja dan pemuda, di balik itu, juga untuk mewadahi beragam latar belakang berbeda. Sebab, LC sendiri sengaja didesain bukan sekadar sebagai tempat nongkrong. Namun, di balik itu, tersimpan lifestyle dan kreatifitas.

’’Berbisnis, saya yakin semua bisa. Terpenting, bagaimana usaha itu dapat memberikan manfaat bagi sesama,’’ tutur Gus Fahmi, owner LC Mojokerto. Entrepreneur tim seperti menjadi kunci sukses. Keteguhan dalam merintis usaha pun harus benar-benar ditanam dari dasar.Sebagai fondasi.

Membekali skill kuat sesuai bidangnya juga menjadi hal penting di setiap sajian. Profesional, namun tetap care dan santun. Mengajarkan kreativitas dan ketangguhan menghadapi tantangan selalu diajarkan Gus Fahmi dalam menggerakkan roda usaha.

Membaca setiap detik perkembangan dunia bisnis, update, dan terus memperbaiki manajerial. ’’Hindari personal leader. Berikan motivasi, dan support pada rekan kerja atau bisnis. Anggap tim ini adalah saudara,’’ papar ayah dua anak ini.

Inspirasi usaha yang dilakoninya tak sekadar di dunia resto dan kafe. Belakangan, pemuda kelahiran Mojokerto, 2 Agustus 1985 tersebut juga mengajak duduk bareng berbagai elemen. Dari semangat persaudaraan itu, Gus Fahmi bahkan kini dipercaya menjabat sebagai komisaris di PT Nusantara Sakti Guard (NSG). Perusahaan membidangi konstruksi fisik dan resident.

Peran warga asal Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ini tak lain juga bersifat komunikasi hati. Dengan tetap memberikan motivasi dan dukungan moril kepada sesama agar mampu menciptakan karya nyata yang berdaya saing.

’’Jangan lupa tetap memperkuat ideologi,’’ tambahnya. Ideologi yang dimaksud adalah dengan membekali diri dengan keilmuan agama, akhlakul karimah dan Pancasila. Dari situ, lanjut penasihat Yayasan Yatim Piatu Abdullah Latief, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, ini akan terbentuk pemuda yang tangguh. Di mana pun dan kapan pun.

’’Soal hasil itu opo jare. Teruslah berkarya dengan tetap mengabdikan diri dan menyempurnakan akhlak. Ubah rasa pesimis menjadi optimis,’’ pungkasnya.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia