Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
17 Inspirator Mojokerto

Tak Sebatas Mengeksplore, Kampanyekan Keindahan Wisata

17 Maret 2018, 22: 27: 21 WIB | editor : Mochamad Chariris

Slamet Sholeh Afandi

Slamet Sholeh Afandi (Slamet Sholeh Afandi for Radar Mojokerto)

SLAMET Sholeh Afandi. Ia akrab disapa Sholeh. Umurnya masih 23 tahun dan tinggal di Dusun Plaosan, Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu. Di usianya yang masih remaja, ia sudah memiliki cita-cita mulia. Ia terus-terusan mengeksplore keindahan Kabupaten Mojokerto.

Tak sedikit objek wisata di wilayah Kabupaten Mojokerto yang tak pernah dikenal publik, berkat tangan dinginnya, mulai naik daun. Di antaranya, Air Terjun Tujuh Bidadari di Kecamatan Jatirejo; Air Terjun Surodadu Claket, Kecamatan Pacet; hingga Akar Seribu, Kecamatan Gondang. ’’Waktu itu, untuk ke lokasi Akar Seribu, sangat memprihatinkan. Hanya ada jalan setapak,’’ ceritanya.

Sekarang, wisatawan sudah bisa menikmatinya. Tak perlu susah payah untuk mencapai objek wisata pohon dengan ribuan akar yang menjalar tersebut. Pemerintah sudah memperhatikan jalur menuju lokasi tersebut. Jalan setapak itu sudah berganti rigid beton.

Memang, Sholeh tak sekadar turun ke objek wisata. Ia juga melakukan komunikasi dengan pemerintahan desa setempat agar ikut memperhatikan infrastruktur menuju lokasi wisata. ’’Awalnya, banyak mereka yang enggan. Tapi, ketika sudah banyak yang datang  ke lokasi itu, mereka akhirnya mau membangun,’’ tutur alumnus SMK PGRI Sooko tersebut.

Untuk mengenalkan objek wisata ke khalayak, Sholeh memiliki sejumlah strategi. Yang paling jitu, mengajak wartawan ke lokasi objek wisata yang ingin dieksplornya. Wartawan diajak meliput keindahan wisata yang tersembunyi itu.

Selain itu, media sosial juga cukup ampuh menjadi ajang promosi wisata. Keindahan wisata itu diunggah dan di share di sejumlah grup. Alhasil, objek wisata yang semula asing di telinga itu, kini mulai banyak dikunjungi wisatawan.

Langkah Sholeh mengenalkan wisata di Kabupaten Mojokerto itu telah dijalani sejak ia masih duduk di bangku kelas II SMK. Saat itu, ia mewakili Kabupaten Mojokerto di Malang untuk mempromosikan wisata di wilayahnya.

Sebagai anak sekolah, Sholeh mengaku hanya mampu bercerita ala kadarnya. Di antaranya, tentang Wanawisata Air Panas Padusan, Wisata Ubalan Pacet, hingga Jolotundo Trawas.

Sepulang dari kota dingin itulah, Sholeh mengaku mulai sadar. Bahwa, Kabupaten Mojokerto yang tak memiliki pantai, juga menyimpan keindahan yang tak kalah dengan daerah lain. Ia pun melangkah sendirian dan memburu spot-spot wisata yang jarang didatangi orang. Dengan hobinya fotografi, Sholeh mengabadikan lokasi-lokasi wisata tersebut.

Namun, langkahnya tak banyak mendapatkan hasil. ’’Akhirnya saya ketemu empat orang di Mojosari. Mereka juga sama-sama pemburu keindahan,’’ tutur sekretaris pribadi istri Bupati Mojokerto Ikfina Kamal Pasa ini.

Berawal dari situ, hunting terus berlanjut. Dan, mereka akhirnya membentuk Mojokerto Jalan-Jalan (MJJ). Komunitas yang sudah berusia dua tahun ini, sekarang sudah memiliki 60 anggota aktif. Mereka dari berbagai latar belakang. Mulai pengusaha, karyawan, bidan, polisi, pelajar, hingga emak-emak yang suka selfie pun tak sedikit yang ikut bergabung.

Saat ini, komunitas MJJ tak sebatas mengeksplore. Namun, anggota komunitas juga melangkah lebih konkret. Salah satunya dengan melakukan bersih-bersih dan memasang tong sampah di area wisata.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia