Minggu, 18 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Politisi PPP Meregang Nyawa tanpa Busana di Bantaran Sungai Brantas

Jumat, 16 Mar 2018 15:21 | editor : Mochamad Chariris

Kasatreskrim Polresta AKP Suhariyono (tengah) memimpin olah tempat kejadian perkara di Desa Milirip, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto.

Kasatreskrim Polresta AKP Suhariyono (tengah) memimpin olah tempat kejadian perkara di Desa Milirip, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto. (Farisma/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, digegerkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di lahan tebu bantaran Sungai Brantas Jumat pagi (16/3). Belakangan diketahui, korban bernama Mohamad Syafii Has, 56, warga Dusun Ploso, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Dia ditemukan tewas tergeletak di lahan tebu milik Kasmari dengan kondisi telanjang. Belum diketahui pasti penyebab tewasnya politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini yang tergeletak begitu saja. Mayat Syafii pertama kali diketahui oleh Kasmari saat sedang mengecek lahan tebu miliknya pada pukul 09.00.

Saat itu, dia dikagetkan dengan keberadaan mayat tergeletak dengan hanya mengenakan celana dalam. Saat pertama ditemukan, warga sempat tidak menemukan secuil pun identitas korban di sekitar lokasi. Hal itu, sontak menggerakkan Kasmari untuk melaporkan kepada perangkat dusun setempat agar diteruskan ke petugas kepolisian setempat untuk dilakukan penyelidikan. 

Namun, saat proses evakuasi berlangsung, petugas akhirnya menemukan identitas korban. Hal itu setelah terdapat tumpukan pakaian serta kendaraan korban yang tergeletak puluhan meter dari titik lokasi. Selain pakaian, terdapat pula uang tunai, dompet dan identitas korban, kondom, tisu dan sepeda motor Honda Vario milik korban nopol S 5869 OD.

''Tadi pas ngecek kebun tebunya, Pak Kasmari lihat ada tubuh laki-laki yang sudah mati. Terus dilaporkan ke perangkat,'' ungkap Suwaji, ketua RT setempat. Kapolsek Jetis, Kompol Subiyanto mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan luka seperti bekas pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala korban. Serta, ceceran darah yang keluar di kedua telinga korban.

Hanya saja, temuan tersebut belum bisa dijadikan patokan penyebab pasti kematian korban apakah karena dibunuh atau karena sebab lain. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut sembari menunggu hasil otopsi petugas INAFIS Satreskrim Polresta Mojokerto bersama RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

''Untuk dugaan sementara kamis masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut,'' terangnya. Belakangan disebut-sebut korban masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Jombang periode 2016-2021.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia