Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

5.596 Pemilih Pilkada Serentak Tak Memenuhi Syarat

05 Februari 2018, 23: 50: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) men-coklit data pemilih Wali Kota Mas’ud Yunus di rumah dinasnya.

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) men-coklit data pemilih Wali Kota Mas’ud Yunus di rumah dinasnya. (KPU for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Masa pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih Pilkada Serentak 2018 masih berlangsung. Selama 10 hari masa coklit berlangsung ditemukan sebanyak 5.596 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS).

Menurut informasi yang dihimpun, total sebanyak 102.424 pemilih yang bakal di-coklit. Mereka ini tersebar di seluruh penjuru Kota Mojokerto. Selama 10 hari pertama coklit yang digelar sejak 20 Januari 2018, sebanyak 63.096 pemilih yang sudah didatangi.

Rinciannya, sebanyak 51.679 pemilih cocok. Kemudian, 2.512 pemilih alami ubah data. Ditambah pula dengan 3.309 pemilih baru. ’’Sedang, pemilih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 5.596 jiwa,’’ ungkap Tri Widya, komisioner Divisi Data KPU Kota Mojokerto, kemarin.

Ia mengatakan, sudah sebanyak 60 persen pemilih yang telah di-coklit. Masih ada waktu untuk menuntaskan seluruh data pemilih yang masuk sebanyak 102.424 pemilih. ’’Pemilih ini dari data pemilih yang dibawa PPDP di formulir model A.KWK,’’ sambungnya.

Di antaranya, diketahui tidak memenuhi syarat setelah di-coklit petugas. Status TMS itu diketahui setelah mereka masuk dalam data pemilih. Namun, setelah di-coklit, ternyata meninggal atau alasan lain.

Tidak memenuhi syarat itu disebabkan banyak faktor. Seperti, meninggal dunia, ganda, di bawah umur dan belum menikah, pindah domisili, tidak dikenal, TNI/Polri, hilang ingatan, hak pilih dicabut, dan bukan penduduk. ’’Dari 10 kategori tersebut, yang paling banyak bukan penduduk, pindah domisili, dan meninggal,’’ tandasnya.

Kegiatan pemutakhiran data pemiolih tersebut dilakukan mulai 20 Januari 2018. Dan masih akan terus berlangsung hingga 18 Februari 2018. Setelah itu, KPU bakal menetapkan daftar pemilih sementara (DPS).

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia