Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Siswa SDN Kranggan 1: Selamatkan Sekolah dan Masa Depan Kami

05 Januari 2018, 16: 55: 51 WIB | editor : Mochamad Chariris

Salah satu siswa SDN Kranggan 1, Kota Mojokerto, menuangkan isi hatinya di atas kain putih sepanjang 20 meter.

Salah satu siswa SDN Kranggan 1, Kota Mojokerto, menuangkan isi hatinya di atas kain putih sepanjang 20 meter. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Ratusan siswa dan wali murid SDN Kranggan 1, Kota Mojokerto, Jumat (5/1) pagi menggelar istighotsah dan doa bersama.

Bertempat di aula sekolah, mereka memanjatkan rasa syukur karena bisa krmbali belajar di sekolah. Di sisi lain, siswa jenjang kelas agar polemik sengketa lahan yang melanda lembaga pendidikan mereka segera menemukan jalan keluar.

"Kita berdoa agar dilancarkan segala urusan di sekolah," ungkap Kepala SDN Kranggan 1, Endang Soenarjati. Menurutnya, istighotsah sedianya memang rutin digelar setiap hari Jumat. Hanya saja, khusus hari ini, selain melibatkan 248 siswa, istighotsah juga diikuti guru dan wali murid.

Dukungan juga mengalir dari sejumlah solidaritas alumni SDN Kranggan I yang datang memberikan suntikan moril. Setelah itu, secara berjamaah mereka melaksanakan salat Duha dan dilanjutkan dengan istighotsah.

Endang menyatakan, pasca penyegelan dilakukan satu ahli waris almarhum Sareh Sujono, kondisi psikis siswa memang terganggu. Atas kejadian itu, pihaknya kini fokus memberikan support kepada anak didiknya tetap bersemangat menjalani proses kegiatan belajar mengajar (KBM.

"Kita di luar permasalah sengketa, tapi kejadian (penyegelan) kemarin berdampak pada siswa. Sehingga, anak-nak perlu dukungan agar tetap semangat belajar," paparnya. Selesainya acara, solidaritas alumni kemudian membentangkan kain putih sepanjang 20 meter.

Kain tersebut dijadikan media untuk membubuhkan tanda tangan kepada wali murid dan sejumlah alumni yang hadir. "Tanda tangan ini sebagai wujud dukungan kita (alumni, Red) agar jangan sampai terjadi kriminalisasi di dunia pendidikan," beber Dedy Irwan Virantama, salah satu alumnus SDN Kranggan 1.

Para siswa turut memberikan tanda tangan. Kain itu juga seakan menjadi media curahan hati (curhat) para siswa. Mereka mengisinya dengan kalimat-kalimat harapan. Seperti dilakukan Aditya Anugrah Putra, siswa kelas IV ini.

Dia menuangkan harapan agar tetap bisa belajar dengan nyaman di sekolah. "Iya, saya ingin tetap sekolah di sini (SDN Kranggan 1, Red), tidak pindah ke tempat lain," celetuknya. Ratusan siswa dan wali murid lainnya menyatakan keinginan serupa.

Ungkapan itu tertulis antara lain: selamatkan sekolah demi masa depan kami, biarkan kami belajar di sekolah ini, semoga tak ada penyegelan lagi, jangan rampas cita-cita anak kami, selamatkan mutiara kami, serta banyak kalimat-kalimat yang lainnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia