Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Istriku Dipanggil "Sayang" Sama Temanku Sendiri

Selasa, 02 Jan 2018 19:00 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawapos.com)

MUKIYO (samaran), 33, warga Kecamatan Jetis, menjadi korban teman makan teman. Istrinya, Tulkiyem (samaran), 28, berselingkuh dengan temannya sendiri. ’’Masak istri teman masih saja digarap,’’ ujarnya dengan nada emosi saat menunggu antrean sidang di Pengadilan Agama (PA) Mojokerto.

Mukiyo yang sehari-hari berjualan bakso bersama istrinya ini tidak menyangka kalau temannya, Dalbo (samaran), menikungnya dari belakang. Bahkan, sampai berhubungan badan dengan istrinya.

Awalnya, Mukiyo tidak menyangka istrinya memiliki hubungan dengan temannya. Dia mengetahui istrinya memiliki hubungan dari pesan singkat yang masuk ke ponsel sang istri. ’’Saya tahunya dari pesan singkat yang memanggil istri saya dengan sebutan sayang dan mengajak istri ketemuan,’’ katanya.

Setelah itu, dia tanya maksud dari SMS tersebut kepada istrinya yang memang dekat dengan Dalbo. ’’Setelah saya tanya, awalnya dia hanya menjawab cuma berteman, tidak lebih. Dan soal ngajak ketemuan, itu dia cuma ingin curhat,’’ cerita Mukiyo.

Setelah mendapat jawaban seperti itu, dia awalnya percaya. Tapi masih menaruh curiga. Setelah beberapa waktu, ternyata ada SMS masuk lagi di ponsel Tulkiyem. Kala itu, Mukiyo yang membukanya karena Tulkiyem sedang mandi. ’’Kedua kalinya ada SMS kalau Dalbo mengucapkan terima kasih karena telah dikasih servis yang baik,’’ ungkap Mukiyo.

Emosi Mukiyo memuncak setelah membaca SMS tersebut dan langsung menunjukkannya kepada Tulkiyem. ’’Saat istri tahu SMS itu, dia kaget dan cuma bisa diam,’’ katanya.

Setelah ditanya oleh Mukiyo, Tulkiyem mengakui perbuatannya dengan Dalbo. Bahwa dia telah berselingkuh dengan Dalbo selama enam bulan dan sudah berkali-kali melakukan hubungan badan. ’’Setelah istri mengakui, langsung saya jemput Dalbo di rumahnya untuk meyelesaikan masalah ini,’’ ceritanya.

Awalnya, Dalbo tidak mengakui perbuatannya dan tidak merasa pernah berhubungan dengan Tulkiyem. ’’Dalbo tidak mengaku, tapi terus saya pancing dia. Karena emosi, saya pukul hidungnya sampai berdarah dan akhirnya dia mengaku,’’ cerita Mukiyo.

Setelah mendengar pengakuan Dalbo, emosi Mukiyo semakin memuncak. ’’Saya sempat ingin menusuk dia dengan gunting. Untung adik saya datang dan memegang tangan saya supaya tidak menusuk Dalbo,’’ ceritanya.

Setelah kejadian itu, dia sangat marah kepada Tulkiyem. Walaupun Tulkiyem berulang-ulang meminta maaf dan mengaku khilaf. ’’Saya sebenarnya masih sayang Tulkiyem, tapi kalau diteruskan, hubungan ini akan membuat batin saya tersiksa,’’ pungkasnya. (din/abi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia