Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Murah Banget, Sekali Short Time Cuma Rp 70 Ribu

03 November 2017, 19: 25: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

PSK yang berusaha kabur berhasil terjaring petugas Satpol PP Kab. Mojokerto.

PSK yang berusaha kabur berhasil terjaring petugas Satpol PP Kab. Mojokerto. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Satpol PP Kabupaten Mojokerto berhasil membongkar prostitusi di warung remang-remang di Jatilangkung, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari. Dari delapan PSK yang berhasil diringkus, tiga di antaranya teridentifikasi mengindap virus HIV/AIDS.

Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Suharsono, mengatakan, dalam razia yang digelar kali ini, petugas berhasil menjaring delapan pekerja seks yang selalu mangkal di warung esek-esek. ’’Di Mojosari saja ada delapan PSK  yang berhasil kita tangkap,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Kamis (2/11).

Dikatakan dia, usai menjaring para PSK itu, petugas penegak perda ini kemudian melakukan tes kesehatan lengkap. Dengan menggandeng tim medis dari RSU Prof dr Soekandar, Mojosari, tes darah pun dilakukan. Hasilnya, sangat mengejutkan. Tiga di antaranya dinyatakan positif HIV/AIDS. Mereka berasal dari Mojokerto, Pasuruan dan Lamongan. ’’Kita lakukan pengawasan ketat. Karena, mereka sangat membahayakan,’’ imbuh Suharsono.

Selain melakukan pemantauan, para PSK juga diminta untuk rutin melakukan pengobatan ke rumah sakit. Sementara, seluruh biaya akan ditanggung pemerintah setempat. ’’Jangan sampai penyakit itu menyebar ke masyarakat luas,’’ paparnya. Selama razia kemarin, petugas hanya berhasil menjaring di deretan warung Awang-Awang, Kecamatan Mojosari.

Itu pun dilakukan dengan proses yang tak mudah. Pasalnya, sesaat setelah petugas turun dari kendaraan, seluruh PSK langsung kabur dari pintu belakang warung. Bahkan, seorang PSK yang tengah melayani pria hidung belang, ikut lari dalam keadaan setengah telanjang. Namun, petugas yang sudah disiagakan, berhasil menjaring para perempuan nakal itu.

Dari hasil pemeriksaan di kantor satpol PP, seluruh PSK sangat blak-blakan atas keputusannya terjun ke dunia remang-remang. Mereka mengaku hanya terpaksa karena terdesak ekonomi keluarga. Hal itu terlihat dari rendahnya tarif yang dipasang setiap kali pelayanan yang hanya kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu. Tarif short time itu sudah termasuk uang sewa kamar untuk pemilik warung.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini, menambahkan, tarif itu juga tak terpaut beda untuk PSK yang masih berumur belasan. Di lokasi ini, petugas juga menemukan gadis berumur 19 tahun. Warung lain yang juga ikut dirazia kemarin adalah di Kejagan, Trowulan, dan Centong Gondang. Namun sayang, langkah petugas ini rupanya sudah terendus para pemilik warung sebelum petugas sampai di lokasi. ’’Tapi, kita akan terus memantau. Kalau sampai ada, kami langsung terjun ke lokasi,’’ pungkas Suharsono.

Ditemukan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebanyak tiga orang ini, dipastikan menambah daftar panjang penderita penyakit mematikan itu di Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya, dinkes merilis jumlah penderita HIV yang tersebar di wilayah dengan 18 kecamatan ini mencapai 489 penderita.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia