Rabu, 17 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Buruh Pabrik Diserang, Ditemukan Tewas Mengambang

23 Oktober 2017, 20: 41: 15 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga dan relawan mengevakuasi korban dari sungai di Desa Sekargadung, Pungging, Mojokerto, Minggu (22/10).

Warga dan relawan mengevakuasi korban dari sungai di Desa Sekargadung, Pungging, Mojokerto, Minggu (22/10). (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Warga Dusun/Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, digemparkan dengan temuan sesosok mayat di aliran sungai setempat pada Minggu (22/10) sore. Diketahui, korban bernama  Suratman, 33. Dia ditemukan tewas dengan beberapa luka sayatan senjata tajam (sajam) di leher dan wajah.

Diduga warga asal Dusun Jedong Wetan, Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Mojokerto merupakan korban pembunuhan. Sebab, sebelum ditemukan, buruh di salah satu perusahaan ini sempat terlibat adu mulut beberapa orang yang dikenalnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, saat ditemukan kondisi korban ditemukan masih mengenakan kaus lengan panjang warna merah perpaduan biru dan memakai celana jins biru. Suratman ditemukan warga setempat dalam posisi telentang di dekat pintu air dan sudah tak bernyawa.

Warga kemudian melapor ke perangkat desa setempat. ’’Ada warga yang mau mandi, dan melihat sesosok mayat dengan luka di leher,’’ ungkap Manan, salah satu warga Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging.

Ditemukan sejumlah luka pada diri korban dengan sejumlah luka sayatan benda tajam di area wajah. Di antaranya di pelipis, pipi dan dagu sebelah kiri. Selain itu, masih ada luka sayatan yang terlihat menganga di leher sebelah kanan.

’’Mayatnya ditemukan sekitar jam 15.30. Tapi, sudah dievakuasi sekitar pukul 17.00,’’ paparnya. Petugas kepolisan dibantu relawan lantas mengevakuasi korban ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk dilakukan visum.

Kerabat korban, Siti, menambahkan, Suratman tercatat asli warga Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging. Namun, setelah menikah, korban menetap bersama istrinya di Dusun Jedong Wetan, Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro. Menurutnya, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui pergi dengan temannya. ’’Minggu (22/10) siang dia (Suratman, Red) keluar sama temannya, tapi saya kurang tahu pastinya,’’ jelasnya.

Kapolsek Pungging AKP Edi Purwo Santoso membenarkan, korban ditemukan dengan kondisi mengalami luka-luka. Namun, pihaknya masih belum berani menyimpulkan penyebabnya dan masih melakukan penyelidikan. ’’Ada luka bekas senjata tajam di sekitar leher korban. Penyebabnya masih dalam penyelidikan,’’ saat ditemui di ruang jenazah RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.

Dugaan sementara, bapak satu anak itu menjadi korban pengeroyokan. Sebab, kata Edi, sebelum ditemukan tewas, karyawan pabrik baja PT Peroni Karya Sentra di Ngoro Industri Persada (NIP) itu sempat terlibat keributan dengan tetangganya.

Menurutnya, keributan itu terjadi di sebuah bengkel motor di Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Pungging. ’’Korban sempat cekcok di bengkel, cekcok informasinya dengan warga Jedong (Desa Wotanmas Jedong), Ngoro, dengan lebih dari satu orang,’’ ulasnya.

Pasca keributan tersebut, korban diserang temannya sendiri. Edi menyatakan, hingga Minggu malam (22/10) tadi, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RSUD Prof dr Soekandar dan akan menelusuri penyebab kematian korban. ’’Anggota kami terjunkan ke lapangan untuk menyisir senjata tajam, tapi saat ini (kemarin) masih belum ditemukan,’’ pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia