Kamis, 25 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngumbah Samurai di Malam 1 Sura, Wisatawan Gresik Diciduk

20 September 2017, 21: 52: 40 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ghofur (tengah) diamankan bersama pedang samurai miliknya di Polsek Trawas.

Ghofur (tengah) diamankan bersama pedang samurai miliknya di Polsek Trawas. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Maksud hati untuk ngumbah (mencuci) pedang samurai di Malam 1 Sura di Pertirtaan Julotundo Trawas, justru membuat Ghofur berurusan dengan polisi. Warga asal Dusun/Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Gresik ini ditangkap anggota Polsek Trawas setelah kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

’’Pelaku ditangkap karena membawa pedang samurai sepanjang 90 cm tanpa dilengkapi izin,’’ kata Kasubbaghumas Polres Mojokerto, AKP Sutarto. Rabu (20/9), Ghofur diciduk petugas sekitar pukul 12.00. Saat itu, anggota Reskrim Polsek Trawas sedang melakukan patroli cipta kondisi (cipkon) di beberapa tempat wisata. Nah, di area wisata Petirtaan Jolotundo, Dusun Briti, Desa Seloliman, mereka mencurigai gerak-gerik Ghofur. ’’Ternyata, saat di periksa pelaku membawa pedang samurai,’’ jelasnya.

Untuk menghidari hal-hal yang tidak dinginkan, petugas mengamankan Ghofur ke Mapolsek Trawas. ’’Untuk apa dan dibuat apa pedang jenis samurai itu, sekarang dalam penyelidikan,’’ tegas Sutarto. Kepada petugas, Ghofur memang tidak bisa menunjukkan izin kepemilikan pedang samurai resmi. Dari situ, dia dijerat polisi dengan pasal 2 UU Darurat Tahun 1951, ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia