Sabtu, 25 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kenalkan Bahaya Obat PCC, Putar Video Kartun

15 September 2017, 21: 16: 21 WIB | editor : Mochamad Chariris

BNN Kota Mojokerto memberikan edukasi terhadap bahaya narkoba kepada siswa SDN 1 Surodinawan, Kota Mojokerto.

BNN Kota Mojokerto memberikan edukasi terhadap bahaya narkoba kepada siswa SDN 1 Surodinawan, Kota Mojokerto.

MOJOKERTO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto terus melakukan edukasi terhadap bahaya narkoba kepada generasi muda. Kalangan pelajar yang berkunjung ke kantor instansi antinarkoba itu disuguhi video kartun yang berisi muatan pendidikan antinarkoba.

Hal itu seperti terjadi ketika siswa kelas V SD Negeri 1 Surodinawan melakukan kunjungan ke kantor BNN Kota Mojokerto Jalan Gajah Mada 149, Kamis (14/). BNN Kota Mojokerto sangat antusias atas kunjungan tersebut. Lantaran, kalangan pelajar bisa mengenal lebih dekat lagi sosok BNN.

Antusias dan kesadaran para pelajar dan guru tingkat SD itu juga diapresiasi Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi SH MSi. Lantaran, upaya pengenalan pendidikan antinarkoba memang sudah harus diajarkan sejak dini. Dengan kunjungan ini para guru berharap generasi muda kususnya di SDN Surodinawan ini sadar akan bahaya narkoba.

Pelajar dari SDN Surodinawan 1 tersebut juga sangat bersemangat dan antusias untuk menerima sedikit cerita apa arti narkoba yang dijelaskan kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi. Terlebih, ketika AKBP Suharsi memaparkan tentang gambaran apa arti narkoba dengan gambar dan video kartun yang akrab bagi kalangan pelajar.

’’Video animasi kartun ini tentang himbauan bahwa narkoba itu bahaya memang sangat cocok sebagai sasaran presentasi siswa siswi di usia sekolah dasar, sehingga mereka dapat menerima istilah narkoba dn bahayanya secara mudah,’’ ujar AKBP Suharsi.

Pihaknya juga menghimbau kepada para pelajar agar selalu waspada terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Juga, kalangan teman di sekolah atau suatu kelompok-kelompok anak sekolah mencurigakan yang ada disekitar tempat tinggal untuk selalu mengawasi apakah terindikasi atas narkoba atau minuman keras.

’’Telitilah untuk mencari teman di sekolah. Jika mengetahui teman sendiri atau sekolah yang terindikasi ciri-ciri narkotika, cepat laporkanlah semntara kepada guru BK,’’ himbau AKBP Suharsi. Ditambahkannya, kalangan guru BK juga mempunyai tanggung jawab yang besar dalam pengawasan siswa-siswi. Terutama, dalam pergaulan siswa sehari-hari. Sealin itu, guru BK juga wajib mengingatkan saat jam belajar disekolah bahwa narkoba adalah penjajah terbesar didunia ini. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia