Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
3 Bayi Perempuan Lahir di Peringatan HUT RI

Girang dan Berharap Bermanfaat untuk Negeri

18 Agustus 2017, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tiga bayi perempuan yang lahir pada 17 Agustus 2017

Tiga bayi perempuan yang lahir pada 17 Agustus 2017 (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

PERASAAN bahagia terpancar dari tiga orang pasangan suami istri (pasutri) pada 17 Agustus 2017, kemarin. Selain mendapat anugerah karena dikaruniai momongan baru, mereka juga bersyukur karena buah hatinya lahir tepat pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI.

Kamis, (17/8), menjadi momen yang spesial bagi tiga ibu di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari. Sebab, ketiganya melahirkan bayi bertepatan dengan HUT Ke-72 RI. Semuanya dilahirkan dengan proses persalinan normal.

Kepala Bidang Keperawatan dan Tim Humas RSUD Prof Soekandar, Isbatuhul Khoirod, mengungkapkan, hingga sore kemarin, ada tiga bayi yang dilahirkan tepat pada tanggal 17 Agustus 2017. Kondisi bayi dan ibunya selamat dan dalam keadaan sehat dengan persalinan normal. ’’Ya, hari ini (kemarin, Red) ada tiga ibu yang melahirkan dengan spontan atau normal,’’ terangnya.

Isbatuhul mengatakan, kebetulan semua bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan. Momen tersebut tentu menjadi sangat spesial bagi orang tua. Sebab bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Hingga kemarin, ibu dan anak masih dilakukan perawatan di ruang bersalin Sriwijaya RSUD Prof dr Soekandar.

Ibu yang melahirkan kali pertama adalah Regina, warga asal Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. Ibu 18 tahun itu, merasa bahagia karena putri pertamanya lahir sehat dan normal. Sebelumnya, Regina harus berjuang kurang lebih 8 jam untuk proses persalinan. ’’Saya mengalami kontraksi sejak Rabu (16/8) pukul 19.00, dan anak saya lahirnya 17 Agustus pukul 3.40 pagi,’’ ungkapnya.

Dia tidak menyangka kalau buah hatinya lahir bersamaan dengan HUT RI. Sebab, menurut hari perkiraan lahir (HPL), bayi yang dikandungnya akan lahir pada 10 Agustus 2017. Setelah melewati masa HPL, ternyata dia belum merasakan tanda-tanda melahirkan. Dan dia harus rela menunggu satu pekan dari perkiraan. ’’Sempat disarankan sesar, tapi saya pilih menunggu dan bersyukur bisa lahir dengan normal,’’ jelasnya.

Istri dari Imam Burhanudin, 23, ini mengaku tidak memberikan nama khusus pada anaknya. Sebab, dia dan suaminya sudah menyiapkan nama jauh hari sebelumnya. Yakni, Kirana Natalia Azzahra. Sebagai ibu, dia berharap anaknya bisa membanggakan orang tuanya. ’’Karena tanggalnya tepat di Hari Kemerdekaan, semoga nanti bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa,’’ paparnya.

Uniknya lagi, saat memperingati hari kelahiran putrinya nanti, dipastikan tidak akan merayakan sendirian. Pasalnya, bayi dengan bobot 3,7 kilogram dan panjang 52 sentimeter itu dilahirkan bertepatan dengan ulang tahun ayah kandung Regina, yakni Agus Sudirman yang ke-43. ’’Kebetulan ayah saya juga lahir 17 Agustus tahun 1974. Jadi, ulang tahunnya nanti juga bersamaan nanti,’’ tandasnya.

Selang 4 jam kemudian, kebahagiaan juga terpancar dari pasangan suami istri (pasutri) Khoirul Anam, 30 dan Julaikah, 40. Ibu asal Dusun Lontar, Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari ini, melahirkan tepat pada pukul 07.30.

Julaikah menuturkan, sebelum melahirkan dia sempat dibayangi perasaan waswas. Mengingat, dari hasil pemeriksaan sebelumnya, janin yang ada dalam kandungannya ada masalah. ’’Dari periksaan ke bidan, ada indikasi detak jantung lebih dari normal,’’ ulasnya.

Ditambah lagi, dari lima kali dia hamil, dua di antaranya dia mengalami keguguran pada usia kandungan tiga bulan. Masing-masing pada masa kehamilan kedua dan keempat. ’’Alhamdulillah yang kelima ini sejak hamil tidak ada masalah. Saat melahirkan juga lancar dan lahir normal,’’ terangnya. Anak kelimanaya itu lahir dengan berat 3,1 kg dan panjang 49 kemudian diberikan nama Akeyla Agustina.

Julaikan menambahkan, kelahiran tersebut lebih awal dari perkiraan. Sebab, dari hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) buah hatinya diprediksi lahir pada tanggal 29 Agustus. Namun, pada Rabu (16/7) dia sudah mengalami kontraksi dan melahirkan pada Kamis (17/8) pukul 07.30. ’’Dari awal tidak ada rencana. Kebetulan saja lahir tanggl 17 Agustus. Ya bersyukur sih karena dirayakan banyak orang,’’ jelasnya.

Terakhir, Sri Wahyuni asal Dusun/Desa Talok, Kecamatan Dlanggu melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan. Dengan proses persalinan normal, bayi tersebut tercatat lahir pada pukul 12.05.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia