Senin, 14 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

CJH Kota Mojokerto Pusing, Jadwal Keberangkatan Berubah-ubah

15 Agustus 2017, 16: 18: 41 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.com)

MOJOKERTO – Rencana perubahan jadwal keberangkatan calon jamaah haji (CJH) dari beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim) oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Jatim bikin pusing CJH. Hal ini, termasuk sangat dirasakan oleh CJH asal Kota Mojokerto.

Bagaimana tidak, sehari sebelumnya mereka menerima kabar pemberangkatan yang mendadak. Dari sebelumnya dijadwalkan 25 Agustus diajukan 19 Agustus. Namun, hari ini jadwal itu berubah lagi. Padahal, untuk jadwal perubahan sehari sebelumnya, mau tidak mau sudah harus dipersiapkan masing-masing CJH.

Apalagi, rencana mempercepat keberangkatan 225 CJH ini dikabarkan untuk mengisi open seat CJH Gresik tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 67. Selain faktor ketidakpastian, perubahan jadwal penerbangan ini tentu mengganggu psikologis CJH.

Disamping mempersiapkan diri, perbekalan, calon tamu Allah ini, sebagian di antaranya berprofesi sebagai karyawan dan PNS terpaksa bolak-balik disibukkan mengurus cuti kerja. ”Kemarin dapat kabar pemberangkatan diajukan dari tanggal 25 ke tanggal 19 Agustus. Katanya, untuk mengisi open seat kloter 67 Gresik. Lha, hari ini kok berubah lagi,” ujar salah satu CJH Kota Mojokerto.

Setidaknya, perubahan jadwal keberangkatan ini sudah berubah tiga kali. Pertama, Kemenag meminta kesiapan sekitar 74 dari 225 CJH Kota Mojokerto masuk dalam kloter 82 harus gabung kloter 67. Bersama Gresik, Kota Surabaya dan Kota Mojokerto sendiri. Kedua, pengisian open seat ini tak hanya berlaku bagi sebagian CJH, tapi semua dialihkan ke kloter 67.

”Informasi semua CJH gabung Gresik itu kami terima Senin (14/8) sore. Kami juga kaget, tapi mau gimana lagi,” tandanya. ”Nah, hari ini kok ada informasi lagi, katanya dibatalkan lagi, dan kembali ke jadwal semula,” paparnya.

Ketidakpastian keberangkatan juga bikin repot rencana pelepasan CJH di Kota Mojokerto. Kemenag, Bagian Kesra, Dinas Perhubungan (Dishub) dan satpol PP setempat mau tidak mau harus menyesuaikan. Setelah siap direncanakan pelepasan tanggal 19 Agustus, berubah lagi untuk kesekian kali. Padahal, mereka sudah membicarakan prosesi upacara pelepasan, termasuk ketersediaan bus pengantar CJH menuju Asrama Haji Sukolilo, Kota Surabaya.

’’Memang, keputusan dari Embarkasi SUB (Surabaya) sangat mendadak, tadi (Senin sore, Red), sempat kita umumkan 74 jamaah.Namun, akhirnya diminta semuanya (225). Ini mungkin karena daerah lain mengirimkan nama jamaah haji tapi tidak sesuai kloter aslinya,’’ kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mojokerto, Supatmo, Senin (14/8) petang.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia