Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Personel Polri Masih Belum Ideal

10 Agustus 2017, 07: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin memberi keterangan pers di sela upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Polri Tugas Umum Tahun Ajaran 2017, di SPN Bangsal, Mojokerto.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin memberi keterangan pers di sela upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Polri Tugas Umum Tahun Ajaran 2017, di SPN Bangsal, Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Diterimanya ratusan Bintara Umum Polda Jatim di tahun ajaran 2017 ini, tampaknya belum bisa menutupi kekurangan personel satuan Polri yang masih jauh di bawah ideal. Karena belum imbangnya antara populasi penduduk dengan kekuatan anggota kepolisian di setiap daerah.

Hal itu disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, di sela upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Polri Tugas Umum Tahun Ajaran 2017, di Sekolah Pendidikan Negara (SPN) Bangsal, Mojokerto, Rabu (9/8).

Menurut Machfud Arifin, 711 anggota Polri baru yang mulai mengikuti pendidikan ini merupakan hasil seleksi dan sudah dalam proses panjang. Yakni, menyisihkan 10 ribu lebih pendaftar. Baik Akpol, Bintara, Tamtama, Bintara Umum atau bidang IT (informasi teknologi). ’’Jadi, out put-nya, mereka nantinya diserahkan ke Polda untuk menambah kekuatan di tubuh Polri,’’ katanya.

Dia menyebutkan, dari data yang ada, jumlah pesonel di bawah komandonya sekarang tidak lebih dari 70 persen dari DSP (daftar standar personel) yang dibutuhkan. Sehingga, meski ada tambahan 711 personel baru dianggap belum bisa menutupi secara signifikan jumlah Polri, di tengah perkembangan penduduk yang kian pesat. ’’Idealnya, satu Polri berbanding 600 masyarakat (1:600),’’ tegasnya.

Namun, data riil di lapangan, angka itu masih cukup jauh dari ideal. Kata Mahcfud Arifin, jika di rata-rata, setidaknya satu anggota Polri masih berbanding dengan 700 lebih penduduk (1:700). Namun, angka itu juga bisa jauh di atasnya. Menyusul, populasi pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sangat pesat.

’’Jumlah polsek saja, sekarang yang ada hanya 14 personel. Jadi, sangat kurang, dan tidak seimbang dengan penduduknya,’’ bebernya. Kondisi itu belum lagi dikurangi jumlah Polri yang setiap tahunnya pensiun. ’’Kalau dikurangi dengan yang pensiun, tambahan 700 personel ini tidak ada apa-apanya,’’ tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia